Upaya Tingkatkan Produksi dengan Pembuahan di Luar Musim
Elvi R
Jakarta
Sebelum pengaplikasian Pakuwon Bio Fertilizer, terlebih dahulu dilakukan aplikasi pupuk majemuk (NPK, 16, 16, 16) yang ditabur di sekeliling tanaman dengan dosis 200 gram/pohon. Pupuk ini mempunyai kemampuan memacu pembungaan dan pematangan buah secara serentak yang diaplikasikan dengan dosis 30 gram/pohon. Selain pemberian Pakuwon Bio Fertilizer juga dilakukan teknologi budidaya penataan air, pembuatan rorak, pupuk daun, pupuk buah, dan jadwal penyiraman.
Aplikasi Biotris
Biotris merupakan formula pestisida nabati berbahan aktif utama α – oleostearic acid yang efektif untuk mengendalikan hama penggerek buah kakao. Biotris aman bagi kulit manusia karena tidak menimbulkan iritasi. Di samping itu, tidak menimbulkan fitotoksitas terhadap tanaman.
Aplikasi Biotris tidak menyebabkan kematian langsung pada hama sasaran, namun berperan penting dalam aktivitas makan (antifeedant) sehingga perkembangan populasi hama penggerek terhambat dan dapat dikendalikan dengan baik. Di samping itu, mampu menghambat peneluran serangga hama (antioviposisi).
Dosis aplikasi Biotris adalah 5 ml/liter (setara dengan 1 tutup botol kemasan) dimana satu tanaman membutuhkan sekitar 250 ml larutan semprot sehingga untuk populasi 1.600 pohon hanya membutuhkan 2 liter Biotris satu kali semprot.
Cara aplikasi untuk pengendalian PBK, yaitu dengan menyemprotkan larutan ke seluruh permukaan buah dan cabang-cabang horizontal. Untuk pengendalian hama penggerek batang dengan menggunakan kapas yang dicelup langsung ke larutan murni Biotris kemudian dipasak di lubang gerekan pada batang tanaman.
Biotri-V Pengendali BBK Ramah Lingkungan
Biotri-V merupakan biofungisida berbentuk tepung yang berfungsi sebagai pengendali penyakit busuk buah kakao (BBK) yang mengandung jamur antagonis Trichoderma spp. Trichoderma yang paling banyak diteliti dan telah digunakan secara luas untuk mengendalikan penyakit tanaman adalah T. viride dan T. harzianum. Konsentrasi Biotri-V untuk mengendalikan penyakit busuk buah pada kakao adalah 10 gram per liter. Aplikasinya di lapangan dengan cara disemprotkan pada seluruh permukaan buah, terutama buah muda yang berukuran 5 – 10 sentimeter.
Biotri-V juga dapat diaplikasikan pada benih sebagai pelindung untuk mencegah patogen tular benih, dengan melarutkan 10 gram Biotri-V dalam 20 miligram air untuk perlakuan 1 kilogram benih. Untuk P. palmivora yang menyerang kakao pada pembibitan dan bagian pangkal batang kakao, aplikasi Biotri-V harus dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk organik dengan komposisi 1 kilogram per 25 kilogram pupuk. Selain sebagai pengendali hayati patogen tular tanah, aplikasi Biotri-V berfungsi sebagai pupuk hayati yang akan memicu pertumbuhan tanaman.
Teknologi ini diharapkan mampu dikembangkan secara meluas ke wilayah-wilayah potensial penghasil kakao di seluruh Indonesia. Meskipun, perlu langkah teknis yang terencana dengan melibatkan berbagai pihak, sebagaimana yang diharapkan Menteri Pertanian dalam pembangunan pertanian maju ke depan.
"Balitbangtan, akan berupaya memaksimalkan peranya sebagai lembaga riset dalam rangka mendiseminasikan teknologi inovatif kakao berbuah di luar musim," tutup Fadjry.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
