Tingkatkan Produksi Unggas, BBP Mektan Perkenalkan Mesin Injeksi Nutrientelur Tetas

Elvi R

Elvi R

Jakarta

17 Januari 2020 20:25 WIB
Bisnis | Rilis ID
Mesin tetas otomatis BBP Mektan, Balitbangtan. FOTO: Balitbangtan
Rilis ID
Mesin tetas otomatis BBP Mektan, Balitbangtan. FOTO: Balitbangtan

IOF merupakan salah satu dari enam tema penting dunia perunggasan ke depan, karena dianggap sebagai teknologi inovatif dalam 20 tahun ini yang memberikan dampak besar dalam industri ayam. Inisiasi pengembangan alat atau mesin tersebut baik semi otomatis maupun otomatis, akan memberikan dampak cukup besar untuk mendukung upaya menghasilkan produk DOC (day old chick) unggul yang sudah diperkaya dengan nutrein penting sebelum menetas, sehingga akan sangat mendukung program Kementerian Pertanian dalam pengembangan ayam lokal. Sebagai perekaysa, Astu berharap mesin IOF dapat dimanfaatkan oleh peternak dan penyuluh bisa memberikan edukasi mengenai mesin IOF, karena bisa meningkatkan produksi dan kesejahteraan peternak nantinya. 


Tahan Penyakit dan Radikal Bebas

Rantan Krisnan, Peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) - Puslitbangnak, Balitbangtan, mengatakan ide kerjasama ini berawal dari tema penelitiannya saat memberikan nutrisi pada telur yang sedang diinkubasi yang siap ditetaskan. “Telur DOC sekarang sudah tidak dieram, tetapi melalui sistem penetasan. Untuk itu kita memberikan nutrisi sedini mungkin sebelum telur menetas, karena proses inkubasi atau pengeraman buatan biasanya 21 hari. Ada dua tahapan dalam pengeraman yaitu 0 sampai 17 hari, dan masuk hari ke-21 adalah tahap penetasan, jadi memakai dua mesin. Ketika pindah dari mesin pengeraman ke penetasan itulah kita berikan injek nutrisi yang kita inginkan”, katanya. 

IOF atau pemberian nutrisi ini menurutnya sudah diuji dan dikembangkan dimana saja, ada yang memberi pakan ditempat penetasan, ada juga memberi makan ketika pengiriman dari mesin tetas ke kandang, jadi pemberian pakan itu sudah berkembang pesat. Namun yang menarik menurutnya, selama 10 tahun belakang ini pemberian pakan lebih maju yaitu dilakukan sebelum menetas. Ketika embrio berkembang baik, langsung diberikan pakan, sehingga nutrisi tidak hanya didapat dari telur, tapi juga dari nutrisi asam utirat dan selenium yang diinjeksi ke cairan amnion yang membungkus embrio, sehingga embrio secara alami mengkonsumsi amniom diusia 8 hari sehingga, saat lahir organ percernaannya berkembang lebih cepat.

“Sekarang ini, penggunaan antibiotik sudah dilarang. Pemberian nutrisi, membuat telur tidak lagi membutuhkan antibiotik saat menetas. DOC yang menetas sudah di cover imunitasnya dengan beberapa komponen asam utirat dan selenium. Asam utirat ini asam organik bisa memperbaiki dan membuat usus berkembang lebih baik. Nutrisi ini punya keunggulan yaitu usus akan lebih bagus dan sehat, sedangkan selenium bisa mencegah radikal bebas seperti cekaman panas dan metobolisme yang tinggi”, ujar Rantan.     

Rantan menambahkan bahwa sebagus apapun bahan nutrisi, kalau aplikasinya injeksinya secara manual, maka tidak akan efektif. Untuk itu kami bekerjasama dengan BBP Mektan untuk membuat mesin injeksi nutirentelur otomatis yang baru prototipe 1 dan hasilnya sangat bagus, sudah bisa digunakan dan harganya kemungkinan akan murah sekali. “Mesin ini bisa diatur pengoperasiannya mulai dari aspek teknis kedalaman, ketahanan benturan, ukuran jarum. Karena digerakkan secara otomatis, maka akan lebih cepat efektif dan efisien. Beberapa mesin otomatis seperti ini terutama dalam skala industri besar sudah pernah dipromosikan di Indonesia, tetapi harganya sangat mahal sekali yaitu milyaran. Dengan mesin inovasi Balitbangtan ini, saya berharap bisa dikembangkan dan dimanfaatkan industri peternakan, dan peneliti lain juga bisa mengembangkan bahan formulasi nutrisi yang baik.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya