Tingkatkan Implementasi Penelitian dengan Sistem Pertanian Korporasi

Default Avatar

Anonymous

Karawang

15 Mei 2018 16:40 WIB
Bisnis | Rilis ID
Petani menggunakan inovasi pertanian berupa traktor tangan (hand tractor) dalam mengolah lahan. Praktik itu dilakukan saat Bimtek Sistem Pertanian Korporasi di Karawang, Jabar, Selasa (15/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan
Rilis ID
Petani menggunakan inovasi pertanian berupa traktor tangan (hand tractor) dalam mengolah lahan. Praktik itu dilakukan saat Bimtek Sistem Pertanian Korporasi di Karawang, Jabar, Selasa (15/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILISID, Karawang — Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan sistem pertanian korporasi di Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat. Tujuannya, mengimplementasikan hasil penelitian oleh petani. Sistem tersebut bakal diterapkan hingga tiga tahun ke depan.

"Diharapkan nantinya menjadi sistem usaha tani dari petani, oleh petani, dan untuk petani," ujar Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Ir. Hari Priyono M.Si, saat membuka bimbingan teknis (bimtek) "Demfarm Pertanian Modern Berbasis Korporasi" di Laboratorium Mutu Beras dan Pascapanen Serealia, Karawang, Selasa (15/5/2018).

Sementara itu, Penanggung Jawab (Pj) Kegiatan Pertanian Korporasi, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi M.Agr, menerangkan, ada beberapa tujuan penerapan sistem tersebut. Misalnya, membangun infrastruktur dan sarana pertanian, pengembangan varietas padi dan hortikultura, pengembangan peternakan itik, serta pembangunan kelembagaan usaha tani.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) ini, maka digelar bimtek.

Ketua Panitia Bimtek, Harmanto, menambahkan, kegiatan tersebut juga untuk memberikan pemahaman yang sama kepada para peserta, seperti petani maupun penyuluh, terkait berbagai inovasi teknologi dan kelembagaan yang akan dikembangkan.

Asisten Pembangunan II Kabupaten Karawang, Drs. Akhmad Hidayat, mengamini pernyataan Harmanto. Alasannya, perlu pengembangan sumber daya manusia (SDM), selain sistem budi dayanya.

"Motivasi petani untuk melakukan usaha tani menjadi aspek penting, selain prosedur dan mekanisme usaha tani itu sendiri," jelasnya.

Kata Akhmad, 80 persen wilayah pertanian di Karawang berupa sawah. Produktivitas gabah mencapai 1,3 juta ton pada 2017. Melalui bimtek tersebut, diharapkan meningkatkan kemampuan petani. Sehingga, memiliki pengetahuan tambahan untuk meningkatkan produktivitas.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Karawang, Ir. Hanafi, berharap, petani mampu menyerap ilmu dan menerapkannya, sehingga tak bergantung kepada tengkulak. Dengan begitu, pendapatan naik dan kesejahteraannya meningkat. Akhirnya, Karawang berdaulat pangan.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya