Ternyata, Ini Penyebab Harga Beras Tetap Tinggi

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

Jakarta

2 Maret 2018 16:51 WIB
Bisnis | Rilis ID
Pekerja mengangkut beras di Gudang Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/7/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Pekerja mengangkut beras di Gudang Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/7/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai, harga beras yang belum normal diakibatkan adanya pasokan yang sangat kurang. Meski sejumlah petani sudah mengalami panen yang belum merata, menurutnya, kebutuhan pasokan beras masih belum cukup untuk memenuhi permintaan.

"Ini karena supply demand aja, jadi memang pasokannya masih sangat kurang, walaupun sudah terjadi panen, tapi itu masih sangat kurang," katanya saat dihubungi rilis.id Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Sementara, stok Badan Urusan Logistik (Bulog) sangat tipis, yakni di bawah satu juta ton beras. Dua hari yang lalu, total stok beras Bulog sekitar 700 ribu ton. Dengan begitu, permintaan beras sulit terpenuhi secara merata.

"Itu kan pergerakan stok Bulog fluktuatif, dua hari yang lalu stoknya 700 an ribu ton, itu stok total untuk Public Service Obligation (PSO) cadangan beras pemerintah dan beras komersial," imbuhnya.

Pengamat Pertanian itu menilai, tingginya harga beras akan berlanjut sampai akhir Maret 2018. Lanjutnya, pada April 2018, mulai adanya penurunan secara bertahap, dari Rp200, Rp400, dan Rp600 per kilogram. 

"Ini sampai Maret lah harga beras itu masih tetap tinggi, dan nanti sekitar April akan mulai turun," ungkapnya.

Namun, lanjut Andreas, penurunan yang akan terjadi tidak terlalu drastis. Artinya, harga beras tidak kembali seperti posisi pada November yakni Rp9.280 (premium) dan Desember 2017 Rp9.860 (premium) per kilogram.

"Tidak, jadi masih turun tapi stabil tinggi, turun seperti level November dan Desember 2017 tidak mungkin tercapai, apalagi Harga Eceran Tertinggi (HET) itu sudah tidak mungkin, kita bicara rata-rata nasional dalam arti tingkat petani mungkin di daerah daerah produsen barangkali, tapi kalau kita bicara rata-rata nasional tidak mungkin," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga beras premium pada bulan Februari 2018 berada di kisaran Rp10.382 per kilogram.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya