Satu Tahun Saung Agrowisata, Sukses Berkembang Tanpa Riba
Kalbi Rikardo
Bandarlampung
Jumlah saung pun bertambah. Kini ada sepuluh saung ditambah satu musala kecil. Bahkan di sudut lokasi Saung Agrowisata sebelah kiri, terlihat sedang dibuat lagi beberapa saung baru.
”Iya, rencananya kami memang menambah lima saung lagi. Sehingga, total ada 15 saung. Doakan saja ya agar berjalan lancar,” ujar perempuan berhijab ini.
Ada satu hal menarik terungkap. Meski sedang membangun saung baru dan terus melakukan renovasi untuk kenyamanan pengunjung, Laela tegas menolak pinjaman berbau riba.
”Bukan satu dua orang yang ingin berinvestasi. Beberapa bank juga datang untuk menawarkan pinjaman. Tapi, saya tolak karena ya itu tadi, riba,” akunya.
Dia menyatakan riba dalam keyakinannya adalah dosa besar. Sesuatu yang harus dijauhi oleh umat muslim.
”Alhamdulillah, tanpa riba Saung Agrowisata malah bisa berkembang seperti sekarang. Mungkin karena masakannya banyak yang cocok. Harga juga murah,” syukurnya.
Nah, bagi yang penasaran mencicipi menu Saung Agrowisata, langsung saja datang ke lokasi. Masuk dari jalan di samping Ayam Geprek Bensu, lalu belok kanan menuju Jl Agrowisata I.
Kira-kira 100 meter, lokasi saung berada di kiri jalan. Atau yang tidak mau ribet, bisa klik google maps: Saung Agrowisata. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
