Saran BI agar Neraca Perdagangan Kembali Positif
Ainul Ghurri
RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, yakin neraca transaksi berjalan Indonesia bisa kembali positif. Caranya, melakukan reformasi struktural.
"Kalau kita lihat neraca perdagangan Indonesia memang masih tidak bisa lepas dari komoditas dan sekarang harganya naik. Ke depannya, tentu kita harus mengkombinasikan dengan ekspor unggulan lain," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Ia menambahkan, pada komponen transaksi berjalan terdapat defisit services sebesar US$7-8 miliar. Sehingga, Indonesia diwajibkan membayar asuransi ke luar negeri dan perusahaan shipping lainnya.
"Komponen terbesar defisit pemasukan primer adalah pembayaran deviden luar negeri. Di situ, ada FDI (investasi langsung luar negeri) deviden di akhir tahun yang dibayarkan ke luar negeri," tuturnya.
Mirza berharap, Indonesia ke depannya menghasilkan FDI berorientasi ekspor. Dengan demikian, menghasilkan devisa yang tinggi serta menanamkan profitnya ke dalam negeri.
"Itu, tentunya harus dengan perencanaan dan eksekusi yang baik. Dan ini, pasti memerlukan koordinasi yang sangat baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan tentunya BI juga terus mendorong memperkuat itu," tuntasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
