Rizal Ramli Sebut Menteri Enggar Ngaco

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

Jakarta

1 Maret 2018 03:33 WIB
Bisnis | Rilis ID
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, saat peluncuran buku
Rilis ID
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, saat peluncuran buku

RILISID, Jakarta — Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyebutkan, kebijakan impor beras yang dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merupakan kebijakan yang 'ngaco'. Pasalnya, keputusan impor yang dilakukan, mendekati masa panen raya.

"Saya sama Enggar (Menteri Perdagangan) kenal lama, dulu baik-baik, sekarang malah semakin ngaco," katanya di Gedung PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta, Rabu (28/2/2018) malam.

Ekonom senior itu setuju, apabila keputusan impor dilakukan ketika terjadi kemarau berkepanjangan (El-Nino). Biasanya, peristiwa itu datang setiap 6 atau 7 tahun sekali. Sehingga, kata Rizal, produksi beras anjlok sampai 10 persen atau sekitar 3 juta ton beras.

"Kalau itu yang terjadi saya setuju itu impor. Ini tidak ada El-nino, tidak perlu kok dilakukan pada saat panen, jadi ini sadis banget," tandasnya.

Rizal menilai, pemerintah yang punya kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Umum (Pemilu), tidak harus membuat keputusan impor pada saat panen raya. Lanjutnya, keputusan itu, sama saja menggerogoti elektabilitas Joko Widodo (Jokowi).

"Kita ngerti, partai-partai nih lagi nyari duit, kenapa tidak sabar nungguin tiga bulan dulu setelah panen. Semua itu temen kita, tapi yang kita lawan itu kelakuannya, bukan orangnya. Orangnya good relationship, kelakuannya bikin merugikan, petani makin sengsara dan miskin. Ini sama saja menterinya nurunin elektabilitas Jokowi," jelasnya.

Rizal menceritakan, saat menjadi Menteri Kabinet Kerja dirinya pernah mengusulkan bahwa semua sistem impor diganti dengan pengenaan tarif 25 persen. Menurutnya, usulan itu akan efektif karena harga komoditas bisa turun sampai 75 persen.

"Siapapun boleh impor, asalkan dikenakan tarif 25 persen. Maka harga gula akan turun 75 persen, harga daging 75 persen, harga lainnya pun begitu. Presiden pun setuju waktu itu, Menteri Ekonomi laksanakan, sampai sekarang belum saya dengar tuh kejadiannya," terangnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya