Penyebab Ketergantungan Luar Negeri dalam Membiayai Pembangunan
Ainul Ghurri
RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, belum optimalnya pembiayaan domestik menjadi tantangan struktural BI di sektor keuangan. Sehingga, Indonesia ketergantungan terhadap luar negeri dalam pembiayaan pembangunan.
"Ini ditandai dengan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh nonreseden yang semakin meningkat dan debt ratio yang semakin tinggi," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Berdasarkan data yang diolah Bloomberg menunjukkan, rasio utang Indonesia terendah sepanjang 2017 senilai 14,58 persen. Sementara asing, dianggapnya cukup tinggi, sekitar 39 persen.
"Sedangkan debt ratio yang tier dua, memperhitungkan utang dagang itu ada peningkatan, meski di 2017 sudah ada penurunan," jelasnya.
Karenanya, Agus menginginkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berkesinambungan, kuat, dan seimbang. Dengan demikina, reformasi struktural perlu dilakukan terus-menerus, agar meningkatkan efisiensi perekonomian nasional serta biaya domestik kembali optimal.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
