Pembangunan Bendungan Paselloreng Dukung Swasembada Pangan
Elvi R
Jakarta
Lahan pertanian potensial di Sulsel diperkirakan seluas 300 ribu hektar sehingga akan terus dioptimalkan. Pada 2018 Kementerian PUPR akan memulai pembangunan Bendungan Jenelata Baja di Kabupaten Gowa yang kapasitasnya lebih besar dari Bendungan Passeloreng yakni sebesar 237 juta meter kubik.
Secara nasional lahan irigasi seluas 7,3 juta hektare dimana baru 11 persen yang dilayani bendungan, sisanya mengandalkan air dari hujan atau sawah tadah hujan. “Melalui pembangunan 65 bendungan akan meningkat menjadi 20 persen,” jelasnya.
Turut hadir mendampingi Menteri PUPR yakni Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang T. Iskandar, Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir, Direktur Operasi 1 PT Wijaya Karya Agung Budi W dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
