Pekan Raya Lampung 2024 Dijamin Lebih Rapi dan Nyaman, Jalanan Lebar, PKL Ditempatkan di Satu Lokasi
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Event Organizer Pekan Raya Lampung (PRL) 2024 memastikan event PRL tahun ini akan lebih rapi dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pihak EO menyiapkan konsep PRL 2024 tak hanya tempat hiburan dan pameran, tapi juga ‘tempat wisata’ untuk semua usia. Sehingga siapa pun yang berkunjung akan merasa nyaman.
Project Manager PRL 2024, Sukaryadi mengatakan pihaknya telah mengatur posisi seluruh tenant dengan rapi sesuai dengan clusternya. Begitu juga dengan pedagang kaki lima (PKL) tidak akan berdagang di sembarang tempat dan sudah diatur di satu titik.
“Bahasanya untuk PRL 2024 ini bisa untuk berwisata yang nyaman. Tidak ada pedagang kami lima di jalan karena kita siapkan zona tersendiri,” kata Sukaryadi kepada Rilis.id Lampung di ruang kerjanya, Senin (13/5/2024).
PRL 2024 akan dibuka mulai tanggal 22 Mei hingga 10 Juni mendatang. Setiap harinya dari pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sukaryadi menyebut tenant sudah dibagi sesuai jenis usaha. Mulai dari perbankan, otomotif, kuliner, BUMN dan lain sebagainya.
Nantinya jalur pejalan kaki akan dibuat lebih lebar sehingga tidak terjadi desak-sesakan. Terutama di pintu masuk dan keluar.
“Selama ini di PRL biasanya tenda itu ada di dua sisi. Nah PRL tahun ini kita buat konsep tenda hanya satu sisi saja. Supaya pengunjung tidak berdesak-desakan, dan merasa nyaman,” ujarnya.
“Jadi ini akan menjadi Pekan Raya Lampung yang paling rapi karena konsep dari penempatan stan dan cluster kita buat yang terbaik,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Marketing Manager PRL 2024, Adi Susanto. Ia menyebut untuk jalur masuk dari depan PKOR Way Halim tidak diperbolehkan ada PKL yang berdagang.
“Nanti pedagang kaki lima tidak sembarnagan masuk ke depan PKOR. Tidak boleh masuk ke area lain karena sudah ada stan sendiri yaitu di cluster Plut,” jelas Adi.
PRL 2024
Pekan Raya Lampung 2024
Lampung Fair
Sukaryadi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
