PTPN VII Ubah Struktur Organisasi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Mengutip data produksi dan produktivitas hampir semua komoditas yang diusahakan, Doni melihat ada trend penurunan pencapaian.
Dengan kondisi ini, Doni mengajak semua unsur pimpinan untuk terus menggerakkan setiap potensi, terutama penggalian produksi agar lebih maksimal. Lebih dari itu, ia juga meminta masukan ide-ide di luar yang selama ini berjalan normatif. Sebab, kata dia, proses recovery dengan kondisi yang tidak sehat ini akan berlangsung sangat lama dan tidak progresif.
“Kita harus cari opsi selain dari mengejar produksi. Sebab, produksi dengan trend seperti yang terjadi sekarang ini akan makin menjauhkan kita dari pencapaian tujuan. Sementara tanaman kita bertambah tua dan pada saatnya tidak produktif lagi. Kita butuh investasi untuk replanting dan juga relaksasi cash flow,” kata dia.
Doni membuka wacana untuk kemungkinan menyewakan lahan tebu untuk mendapatkan modal usaha. Juga mengundang investor untuk bekerja sama operasional pada unit yang secara ideal membutuhkan investasi. Bahkan, Doni meminta manajemen melakukan kajian yang komprehensif untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
“Kita punya resources, tetapi karena kesulitan cash flow berakibat kurang maksimal memberdayakan. Kita juga punya kebun sawit produktif seperti di Bentayan dengan 6.000 hektare tetapi tidak ada pabrik. Kita undang investor saja untuk KSO. Juga kita punya pabrik di Talangsawit tapi nggak punya kebun. Ini harus ada penanganan konkret agar tidak membebani cash flow. Kita butuh dana besar untuk relaksasi finansial,” kata dia.
Tentang bisnis komoditas, SEVP Operation I Fauzi Omar yang membidangi kelapa sawit dan teh meminta semua manajer untuk mengoptimalkan penggalian produksi. Menelisik hampir semua unit, ia menganggap kinerja pada komoditas sawit masih belum maksimal.
Sementara itu, pada komoditas karet, Dicky Tjahyono meminta manajer merebut potensi secara cermat. Ia bersyukur harga komoditas karet olahan produksi PTPN VII sedang naik dan berterima kasih kepada jajaran yang berhasil meningkatkan penggalian produksi cukup baik. Kata dia, secara potensi, karet PTPN VII baru tergali sekitar 72 persen.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada kinerja karet PTPN VII. Terutama kepada Way Berulu yang berhasil menjadi terbaik tingkat holding. Juga Unit Senabing yang masuk lima besar. Ini harus menjadi bench mark bagi unit lain,” kata dia. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
