PTPN VII Raih Indonesian CSR Brand Equity Award 2020
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“CSR bagi kami adalah elemen penting dalam sistem manajemen dan alokasi anggaran. Sebab, faktor keamanan aset dan produksi sangat utama. Sementara, kami tidak mungkin memagar semua kebun dan aset yang sangat luas dan berada di tengah masyarakat. Jadi, pagarnya yang tetangga-tetangga kita. Dengan peduli lingkungan, mereka akan ikut mengamankan aset kita,” tegasnya.
Achmad Sudarto juga menambahkan, dalam kondisi perusahaan yang belum beruntung, pihaknya terus mencari opsi agar program kepedulian ini tetap berjalan. Salah satunya, dengan menggandeng lembaga zakat nasional, Rumah Zakat, untuk menggalang dana zakat karyawan dan menyalurkannya kepada lingkungan.
“Kami punya lebih dari 10 ribu karyawan dan lebih dari 80 persen muslim. Kami berpikir, jika setiap karyawan mengeluarkan zakat dari gajinya Rp10 ribu, maka akan ada Rp100 juta sebulan. Kami minta bantuan Rumah Zakat untuk mengelola, lalu menyalurkannya kepada para mustahik di sekitar perusahaan kami,” kata dia.
Kerja sama dengan Rumah Zakat ini, kata Achmad Sudarto sudah mulai berjalan. Namun, belum semua karyawan muslim mengikuti program tersebut karena kendala teknis dan sosialisasi. Dia meyakini, dalam beberapa bulan ke depan, sosialisasi selesai dan dapat memberi pencerahan soal zakat profesi ini.
“Ini belum bisa semua ikut karena memang tidak ada paksaan. Ini sifatnya kesadaran berdasarkan pemahaman terhadap ajaran agamanya. Dan untuk diketahui, zakat yang yang terkumpul akan dikelola dan disalurkan dalam bentuk zakat produktif. Jika ini sudah berjalan, saya yakin CSR kita akan lebih bermakna,” kata dia.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
