Musim Hujan Tak Menentu, Puluhan Ternak di NTT Mati Kelaparan

Elvi R

Elvi R

J

17 Februari 2020 12:30 WIB
Bisnis | Rilis ID
Tradisi lelang ternak. FOTO: Balitbangtan
Rilis ID
Tradisi lelang ternak. FOTO: Balitbangtan

RILISID, J — Puluhan ternak, terutama kuda, milik peternak di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mati karena kelaparan.

Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora yang dikonfirmasi mengakui matinya puluhan ekor ternak milik petani di daerah itu karena ketiadaan pakan.

"Benar, tetapi jumlahnya tidak sampai 100 ekor. Angka persisnya masih dalam proses pendataan berdasarkan bangkai ternak dan laporan petani," kata Gideon Mbilijora, dilansir dari Antara, di Kupang, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, Sumba Timur sebagai salah satu lumbung ternak besar di NTT, kewalahan memenuhi pakan ternak pada tahun ini. Hal ini menyusul musim hujan yang tidak menentu.

Rumput-rumput di padang pengembalaan kering kerontang karena curah hujan pada musim hujan 2019-2020 ini sangat minim.

Sedangkan, untuk sapi dan kerbau, masih bisa bertahan karena bisa mengkonsumsi daun-daun. Tetapi kuda hanya mengandalkan rumput sehingga banyak yang mati.

Dia mengatakan daerah yang paling banyak ternak kuda yang mati adalah Hambapraing. Sebuah desa di Timur pulau Sumba yang terkenal akan populasi ternak kudanya.

Mengenai upaya penanganan, dia mengatakan pemerintah terus mendorong petani untuk fermentasi pakan maupun menanam pakan hijau.

Upaya ini, lanjut dia, perlu dilakukan agar pakan tetapi tersedia, terutama pada musim kemarau.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya