Migrasi ATM Chip di Mandiri Baru 10 Persen

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

19 Maret 2018 23:44 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — PT Bank Mandiri Persero Tbk mengatakan, dari total penggunakartu ATM/debit, sebanyak 10 persen atau 1,5 juta kartu ATM/debit milik perseroan sudah menggunakan teknologi chip. Sedangkan sisanya, masih menggunakan pita magnetik (magnetic stripe).

Senior Vice President Consumer Deposit Bank Mandiri Tri Laksito Singgih mengatakan, perseroan sedang mempercepat perpindahan dari kartu pita magnetik ke chip, dengan target di akhir tahun menjadi tujuh juta kartu atau 41 persen dari total kartu ATM/Debit yang beredar.

"Ini untuk menaikkan tingkat keamanan. Dengan chip, potensi skimming (pencurian) data akan berkurang," kata dia.

Tri mengatakan, perseroan memang harus memperhitungkan peningkatan biaya produksi untuk migrasi dari pita magnetik, karena chip memerlukan biaya investasi yang lebih mahal. Namun, dia menjamin, penambahan biaya tidak akan dibebankan ke konsumen, tapi menjadi beban operasional perseroan.

"Nasabah tidak akan dikenakan biaya penggantian kartu. Biayanya biasa saja tidak ada penambahan dari biaya bulanan," ujarnya.

Adapun migrasi dari pita magnetik ke chip, Mandiri harus menambah biaya Rp7.000 untuk setiap kartu. Tri mengklaim ,selama ini belum ada keluhan dari konsumen dengan teknologi chip yang digunakan Mandiri.

"Risiko operasionalnya lebih termitigasi. Konsumen lebih aman. Kalau aman, konsumen juga percaya diri dengan transaksi di kami," jelasnya.

Sedangkan kartu dengan pita magnetik, memang diakui Bank Mandiri memiliki kelemahan. "Selain skimming, pita magnetik jika ingat tahun lalu, rentan dengan gesek ganda yang akhirnya data nasabah juga bocor," tambah Sekretaris Bank Mandiri Rohan Hafas.

BI meminta perbankan mempercepat migrasi kartu ATM/debit dari teknologi pita magnetik ke teknologi chip. Hal itu karena, chip memiliki standar keamanan lebih tinggi. Bank Sentral meminta percepatan itu setelah terjadinya kasus skimming data nasabah BRI di Kediri, Jawa Timur (Jatim)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya