Luncurkan Padu Satu, Kementan Ingin Investasi Pertanian Bergeliat

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

15 Mei 2018 13:51 WIB
Bisnis | Rilis ID
Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Padu Satu) Kementan berada di Gedung B Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Padu Satu diluncurkan Menteri Amran, Selasa (15/5/2018), untuk meningkatkan pelayanan publik dan menggenjot investasi di sektor pertanian. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik
Rilis ID
Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Padu Satu) Kementan berada di Gedung B Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Padu Satu diluncurkan Menteri Amran, Selasa (15/5/2018), untuk meningkatkan pelayanan publik dan menggenjot investasi di sektor pertanian. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

Namun, Menteri Amran, menginginkan prosesnya lebih cepat. Selambat-lambatnya satu hari proses selesai. "Sebelum aku berhenti menteri, (prosesnya jadi) satu hari," katanya.

"Kalau harga daging naik, aku naikkan tiga bulan (proses) rekomendasimu," imbuh peraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini berseloroh.

Banyak inovasi dalam peningkatan pelayanan publik yang sebangun dengan online single submission (OSS) secara nasional tersebut. Misalnya, penerapan sistem dalam jaringan (daring/online) dengan mengedepankan prinsip kepercayaan (trust) kepada pelaku usaha. Sehingga, tak dituntut beragam persyaratan yang memberatkan untuk berusaha.

Pelaku usaha hanya tinggal memenuhi persyaratan yang ada. Kemudian, pemerintah mengawasinya. Sehingga, fungsi pengawasan lebih intensif.

Melalui penerapan Padu Satu, penyelesaian perizinan pun lebih terjamin. Apalagi, prosesnya lebih mudah, karena cuma melalui satu aplikasi untuk beragam proses yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Tak banyak dokumen dalam proses aplikasi. Dokumen dasar, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), diakses langsung dari data pusat nasional. Dengan begitu, tak perlu disediakan pelaku usaha.

Layanan lain dari Padu Satu, yakni informasi  umum tentang proses dan hasil pelaksanaan pembangunan pertanian. Di dalamnya memuat beberapa info. Data produksi dan kebutuhan konsumsi beberapa komoditas, misalnya.

Padu Satu juga mengembangkan berbagai layanan yang memudahkan bertemunya penjual dan pembeli. Contohnya, aplikasi Android berkonsep e-commerce yang menyambungkan Toko Tani Indonesia (TTI) dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang memasok beberapa komoditas untuk TTI sejak awal 2018.

Penerapan teknologi informatika ini bertujuan meningkatkan kinerja pasokan antara gapoktan dan TTI. Manfaat lain, mengatasi kendala pasokan pangan. Jumlah pengguna aplikasi mencapai 300 gapoktan dan TTI dengan nilai transaksi Rp1,15 miliar.

Selain peningkatan pelayanan, Padu Satu juga memiliki fasilitas penunjang. Di antaranya, ruang laktasi bagi ibu menyusui, ruang konsultasi dan pengaduan, makanan ringan, serta ruang tunggu dan perlengkapan bak lobi hotel.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya