Larangan Mudik Pukul UMKM, Begini Strategi dari IMA agar Tetap 'Survive'
Dora Afrohah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Larangan mudik dan pembatasan kegiatan selama Ramadan ini bagai pisau dengan dua mata sisi.
Positifnya tentu dari sisi kesehatan yakni mencegah penyebaran Covid-19. Efek negatifnya melambatkan perekonomian.
Menurut Presiden IMA (Indonesia Marketing Association) Lampung, Heri Andrian, pandemi telah menyebabkan ekonomi terpuruk.
Karena itu, momen Ramadan dan Idul Fitri sebenarnya diharapkan menjadi titik balik. Khususnya, bagi Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) untuk menaikkan omset.
Sebab, pemudik yang datang dari luar daerah ke Lampung akan membawa uang untuk dibelanjakan di Bandarlampung sebagai pusat kota.
Tapi dengan adanya larangan mudik dan pembatasan kegiatan selama Ramadan, harapan itu terpaksa dilupakan.
”Pemilik usaha hotel, transportasi, dan restoran adalah yang paling merasakan dampak dari larangan mudik tersebut,” papar Heri Andrian, Selasa (13/4/2021).
Heri berpendapat, Lebaran bukan untuk umat Islam saja. Mereka yang non-Islam pun biasanya memanfaatkan untuk berlibur. Pintu masuknya adalah saat mudik Lebaran.
Namun dengan larangan tersebut, maka dapat dipastikan perputaran uang akan melambat.
”Sejak awal 2021, sebenarnya UMKM sudah mendekati normal. Lumayan, sekitar 60-80 persen,” paparnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
