Kepri Tetap Panen di Tengah Pandemi COVID-19

Elvi R

Elvi R

Jakarta

30 Maret 2020 17:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
Panen raya di Kepri. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Panen raya di Kepri. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Kebutuhan pangan tidak dapat ditinggalkan dalam kondisi apapun termasuk dalam situasi pandemi COVID-19. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap warga. Provinsi Kepulauan Riau memiliki kondisi geografis yang sangat luas dengan jumlah pulau berpenghuni yang cukup banyak, dengan lautan 94 persen dan daratan hanya enam persen. Hal ini tentu berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di masing-masing wilayah kabupaten/kota.

Awal Maret 2020, di tengah pandemi COVID-19 petani di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan semangat telah memanen padi pada lahan seluas 8 hektare di Desa Bukit Padi dan Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur. Varietas padi meliputi Ciherang, Inpara 6, 8, 9, Inpari 34 dengan produktivitas rata-rata sekitar 2,00-3,50 ton per hektare.

“Kami sangat bersyukur, ditengah kondisi yang seperti ini, petani Bukit padi masih semangat menanam, jadi kami akan terus berusaha mendampigi dengan sepenuh hati.” tutur Indra Dewi PPL Kecamatan Jemaja Timur saat melaporkan hasil panen Maret 2020.

Hasil panen Kepulauan Anambas memang relatif naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun produktivitasnya masih rendah sampai sedang. Hal ini disebabkan karena lahan sawah merupakan lahan bukaan sawah baru sehingga banyak kendala dari segi fisik, kimia dan biologi tanahnya. Hal tersebut dicirikan dengan tanah miskin hara, pH cenderung masam, dengan cekaman Al dan Fe yang relatif tinggi. 

Begitu juga dengan Kabupaten Lingga, panen serentak pada bulan Maret ini seluas lebih dari 20 hektare di Desa Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir, Desa Panggak Darat dan Sungai Besar Kecamatan Lingga, dan Desa Bukit Langkap Kecamatan Lingga Timur. Panen sudah dimulai sejak awal Maret dan diperkirakan hingga April 2020. Varietas padi meliputi Inpari 34, dan Inpago Unsoed 1 dengan produktivitas rata-rata sekitar 3,20-4,00 ton per hektare.

Kendala yang dirasakan sama dengan kabupaten lainnya yaitu merupakan sawah bukaan baru, faktor kimia, fisika, dan biologi tanahnya belum cukup relevan untuk pertumbuhan padi, dan masih mengalami kekurangan air pada beberapa daerah tertentu.

“Produktivitas tertinggi pada Varietas Inpago Unsoed 1 di Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga Timur dengan rerata 4,00 ton/ha, selain karena sawahnya sangat luas dan berbentuk hamparan, varietas tersebut tahan terhadap hama, berasnya pulen, enak dan disukai sebagian besar masyarakat Lingga," ungkap Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, Hernowo Andriantono, SP.,

Walaupun produktivitas dan areal panen tidak begitu luas, lanjutnya, namun perlu disyukuri karena hasil panen sebagian besar dapat mencukupi kebutuhan pangan beberapa kecamatan di Kabupaten Lingga. 
 
Untuk Kabupaten Natuna pada Februari sampai Maret 2020, menurut keterangan Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Nurbaiti, S.P., panen padi seluas lebih dari 23 hektare di Kecamatan Bunguran Batubi, Bunguran Tengah dan Serasan Timur; dengan produktivitas antara 2,40-3 hektare.

PPL Bunguran Batubi,  Mulyadi melakukan  perhitungan di beberapa area di Desa Gunung Putri produktivitasnya mencapai 3,50-5,54 ton per hektare. Varietas padi yang dominan digunakan adalah Ciherang, Inpago 8 dan varietas lokal.

Selain tanaman pangan Kepri khususnya Kabupaten Bintan telah memperkuat pengembangan pertanian di bidang hortikultura dengan produksi buncis sebesar 120 kilogram per hari. Pada 2020 ini, lahan pertanian jumlahnya meningkat lebih dari tiga kali lipat. Rencananya 107 hektar lahan pertanian di Kecamatan Toapaya akan menerima bantuan dengan rincian lahan durian seluas 68 hektar, lahan bawang merah 12 hektar, lahan cabai besar 1 hektar, lahan cabai rawit 8 hektar dan lahan sayuran daun seluas 18 hektare bagi kelompok tani yang ada, tutur Bupati Bintan, Apri Sujadi baru-baru ini.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya