Kawal Pengendalian Lalat Buah, BPTP Bengkulu Bersinergi dengan Balitjestro
Elvi R
Jakarta
Menyambut baik kegiatan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong siap mendukung kegiatan pengembangan jeruk RGL itu.
“Program dinas terkait pengembangan jeruk RGL juga akan disinergikan dengan BPTP Bengkulu dan Balitjestro”, kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong.
Saat ini pengembangan jeruk RGL di Kabupaten Rejang Lebong telah mencapai 500 hektare dengan 300 hektare di antaranya sudah berbuah dengan produktivitas 70 kilogram per pohon.
Salah satu petani jeruk RGL di Desa PAL VII, mengaku kualitas jeruk mereka masih kurang baik karena banyak terserang lalat buah.
"Petani masih sangat membutuhkan pendampingan teknologi, petani belum semuanya paham bahwa pengendalian hama dan penyakit itu harus dilakukan terpadu dan menyeluruh”, katanya.
Peningkatan produktivitas dan kualitas jeruk RGL bukan hanya mimpi. Sinergi dan kekompakan semua pihak sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Rejang Lebong.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
