Indonesia Torehkan Sejarah dengan Ekspor Jagung
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sejak 2016 hingga 2018, telah terjadi kinerja positif yang signifikan dalam produksi dan perdagangan jagung di Indonesia.
Kinerja positif tersebut yaitu peningkatan produksi, pengendalian impor dan realisasi ekspor jagung.
Berbekal direktif Presiden untuk meningkatkan ekspor dan menurunkan impor, Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dengan melaksanakan program Upaya Khusus (upsus) peningkatan produksi jagung.
Berkat kerja keras petani dan seluruh eleman bangsa, produksi jagung nasional tahun 2017 mencapai 27,9 juta ton atau naik hampir 47 persen dibandingkan produksi tahun 2014.
Tak berhenti di situ, kesuksesan kinerja produksi juga diikuti penurunan drastis volume impor jagung, dari 3,5 juta ton pada tahun 2015 (atau setara 10 trilyun) menjadi 1,3 juta ton pada tahun 2016 atau terjadi penurunan volume impor jagung sekitar 62 persen.
Catatan kinerja tersebut juga berimplikasi positif terhadap parameter rasio ketergantungan impor (Import Depedency Ratio/IDR) jagung Indonesia. Pada periode 2013 hingga 2015, IDR jagung Indonesia tidak beranjak di sekitar angka 15 persen.
Selanjutnya, angka IDR tersebut anjlok menjadi hanya 5 persen pada tahun 2016.
Bahkan, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan pada tahun 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak.
Selama puluhan tahun dalam perdagangan jagung dunia, Indonesia merupakan net importir jagung.
Tekad Kementan untuk membalik sejarah Indonesia tersebut telah dirintis sejak tahun 2017 dan dibuktikan pada awal tahun 2018.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
