Harus Pilih Presiden Gimana? Ini Saran Faisal Basri...

Elvi R

Elvi R

Jakarta

15 Agustus 2018 22:53 WIB
Bisnis | Rilis ID
Faisal Basri dalam diskusi
Rilis ID
Faisal Basri dalam diskusi

RILISID, Jakarta — Momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menurut Ekonom Senior Faisal Basri harus dimanfaatkan oleh rakyat untuk memilih pemimpin yang baru. Tapi, bagaimana memilih calon presiden yang baru?

"Jangan cuma soal figur si A begini dan si B begitu. Tapi harus pakai pemikiran berdasarkan data-data yang sudah ada. Sehingga tepat, sampai saat ini saya pun belum tahu harus pilih siapa?" ujar Faisal dalam diskusi yang digelar IndoStarling dengan tema "Memilih Pemimpin Masa Depan Pro Ekonomi Rakyat” di Conclave Auditorium, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Faisal menyebut, masyarakat harus melihat visi-misi dan program kerja para kandidat calon presiden dan wakil presiden. Meskipun sejauh ini, seluruh partai yang ada memiliki landasan berfikir tidak jauh berbeda.

"Kebanyakan program kerja kandidat dari tahun ke tahun dari partai ke partai sama. Tapi, masyarakat harus mencermati kekurangan dari program sebelumnya, apakah akan diperbaiki atau tidak," ungkap Faisal.

Menurutnya, di masa mendatang perekonomian akan bertambah berat. Hal ini terbukti dari data pertumbuhan ekonomi yang semakin menurun. Pada masa orde baru pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen, pascaorde baru tumbuh delapan persen. Pada masa perintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya berkisar enam persen dan saat ini tumbuh lima persen.

"Data ini menunjukkan adanya masalah dan butuh penyelesaian menggunakan program kerja yang baik," katanya.

Di sisi lain, dia meminta para kandidat calon presiden dan wakil presiden untuk memaparkan program kerjanya. Terutama dalam mendongkrak ekonomi dan menyejahterakan rakyat. 

"Jangan hanya jual figur. Tapi, bagaimana program kerjanya, apakah layak atau tidak," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya