Harga Ayam Naik, Politisi Gerindra Tuding Pemerintah Gagal Sediakan Protein
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid menuding pemerintah telah gagal menyediakan protein bagi anak bangsa, lantaran lonjakan kenaikan harga ayam potong dipasaran.
"Kenaikan harga ayam menunjukan bahwa pemerintah gagal menyediakan kebutuhan protein bagi rakyatnya," ujar Wachid Jakarta, Selasa (24/7/2018).
Menurutnya, pemerintah harus lebih teliti dalam penghitungan kebutuhan ayam bagi rakyatnya. Sebab dengan kenaikan beberapa komoditas, pemerintah seolah asal menghitung kebutuhan masyarakat.
"Harusnya tahu dong berapa kebutuhan protein yang dibutuhkan masyarakat. Ada hitungan yang jelas harusnya. Ini kok kaya serampangan begitu," ketusnya.
Wachid pun menduga, bila kenaikan harga ayam dipicu pakan ternak yang didatangkan dari luar negeri. Selain juga karena nilai tukar Rupiah yang melemah.
"Hampir 60 persen pakan ternak kita kan impor. Gimana enggak naik harga ayam sekarang ini. Ini kan jelas memberatkan para peternak. Jangan salahkan peternak dibalik kenaikan harga ayam ini, lha wong mereka juga kesusahan kalau harga pakan ternaknya tinggi begitu," tegas dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
