Harga Ayam Anjlok, Peternak Menjerit
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Peternak di Provinsi Lampung menjerit. Penyebabnya saat ini harga ayam sedang anjlok. Dari biasanya Rp18 ribu per kilogram menjadi Rp12 ribu per kilogram. Padahal, saat ini sedang musim panen.
Joni, salah satu peternak di Kampung Rumbih, Pakuonratu, Waykanan, adalah salah satu peternak ayam yang mengeluhkan kondisi tersebut.
"Boro-boro mau untung, modal saja tidak kembali," keluhnya dalam press release yang diterima Rilislampung.id, Senin (20/7/2020).
Padahal, kata dia, dirinya bersama peternak lain yang ada di Waykanan sempat optimistis pasca penerapan new normal harga akan membaik dan stabil. Namun ternyata tidak sesuai harapan.
Karenanya, ia berharap PT N3M atau PT Berdikari yang merupakan perusahaan kemitraan dengan peternak dapat mencarikan solusi bagi mereka.
"Kami saat ini sudah sangat mudah mendapatkan DOC, pakan maupun OVK, harapan kami ke depan harga panen segera membaik," harap dia.
Senada disampaikan Iwan, salah satu peternak di Way Tebabeng, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara. Ia juga tak menduga jika harga ayam akan anjlok.
"Saya kira harga ayam broiler dapat lebih baik. Tak tahunya kami sangat rugi karena modal saja tidak kembali. Kami minta pemerintah ataupun perusahaan di bidang peternakan dapat membantu peternak yang mulai putus asa ini," ungkapnya.
Sementara, Direktur PT N3M Rio Gunawan yang merupakan perwakilan PT Berdikari di Provinsi Lampung langsung merespons keluhan yang disampaikan peternak ke PT Berdikari.
"Kami sudah mendengar aspirasi dan keluhan yang disampaikan peternak. Kami akan berupaya sekuat tenaga membantu," janji Rio.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
