Gonta-Ganti Dirut, Pengamat: Buruk buat Pertamina

Elvi R

Elvi R

Jakarta

23 April 2018 17:26 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, pergantian yang terlalu sering di Pertamina memberikan pengaruh negatif pada perusahaan negara tersebut. Menurutnya akan terjadi kebingungan yang berimbas kepada karyawan. Karena, tidak bisa dipungkiri, pergantian pemimpin akan berpengaruh pada kebijakan perusahaan.

"Terlebih saat ini pertamina sedang proses holding migas, kebijakan akan sering berubah karena pergantian pemimpin. Alhasil kinerja sektor migas kita memburuk," ujar Bhima kepada rilis.id, di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Bhima mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2017 neraca sektor migas mengalami defisit hingga US$8,5 miliar. Sementara jumlah wilayah kerja eksplorasi secara nasional dalam periode 2014-2017 terus mengalami penurunan sebesar 68 wilayah kerja. 

"Jika kondisi ini tidak berubah, lifting minyak pada 2025 akan turun menjadi 505 ribu barel per hari dari kondisi saat ini 775 ribu barel per hari," ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memiliki peta jalan atau roadmap kebijakan sektor migas yang sinkron dengan Pertamina. "Sehingga, perubahan strategi tidak berarti sering copot direksi. Lebih baik pembenahan internal di lembagakan sehingga hasilnya akan lebih berkelanjutan," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencopot Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik pada Jumat (20/4/2018). 

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pencopotan ini berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero). Menurutnya, ada beberapa alasan jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) diganti.

"Semua proses dilakukan bersama dan mendapatkan masukan Dewan Komisaris," kata Fajar.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya