Gelar Bimtek Bagi Penyuluh, Balitbangtan Sukseskan Program Serasi

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Banjarmasin

23 Februari 2019 13:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
Kunjungan Lapang BIMTEK SERASI, Banjarmasin FOTO: Balitbangtan
Rilis ID
Kunjungan Lapang BIMTEK SERASI, Banjarmasin FOTO: Balitbangtan

RILISID, Banjarmasin — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian meluncurkan program Selamatkan Rawa Sejahtera Petani (Serasi) mulai 2019. Program ini bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi lahan rawa menjadi lahan produktif dan sebagai lumbung pangan baru.

Sebagai langkah awal, Program Serasi memilih enam provinsi yang memiliki optimalisasi lahan rawa seluas 400 ribu hektar. Keenam Provinsi itu adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah.

Untuk mensukseskan program Serasi pada tataran operasional di lapangan, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian ( BBSDLP) menyiapkan dan melatih tenaga pendamping muda di lapangan dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) manajemen pengelolaan rawa untuk usahatani padi, jagung, palawija dan ternak bagi Penyuluh, Teknisi dan tenaga Litkayasa lingkup Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangtan, di Banjarmasin pada 18 hingga 21 Februari 2019.

Sebanyak 60 peserta mengikuti acara Bimtek yang dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Fadjri Djufri di Western Hotel Banjarmasin, Kalimantan Tengah.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjri Djufri dalam sambutannya menyatakan, luas lahan rawa Indonesia mencapai 33,39 juta ha yang terdiri dari 20,09 juta ha lahan rawa pasang surut (60,20 persen) dan 13,20 juta hektare lahan rawa non-pasang surut atau rawa lebak (39,80 persen). Menurutnya, suatu potensi yang cukup besar untuk menjadikanya sebagai lumbung pangan baru.

"Untuk itu perlu dukungan semua pihak termasuk pendamping lapangan (penyuluh dan tenaga teknis) sebagai garda terdepan dalam pembinaan keberhasilan budidaya dan kelembagaan petani," katanya.

Selain itu, lanjut Fadjri, implementasi program Serasi pada 2019 ini mengalokasikan seluas 500 hektare lahan rawa pada dua wilayah yaitu Sumatera Selatan 250 hektare dan Kalimantan Selatan seluas 250 hektare.

Sebagai informasi, materi yang diberikan saat Bimtek adalah Pengenalan lahan rawa dan tipologinya. Pengelolaan Tata air Mikro untuk usahatani padi, jagung, dan palawija lainnya, serta model integrasi usahatani padi dengan itik dan ikan di lahan rawa, juga pengenalan mekanisasi serta manajemen usahatani di lahan rawa.

Selain teori peserta juga diajak mengunjungi Kebun Percobaan dan laboratorium pengelolaan rawa milik Balai Penelelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra -Banjarbaru) di kab. Barito Kuala dan kunjungan lapang ke lahan  petani seluas 40 hektare yang menerapkan budidaya padi dan jagung dengan sistem surjan.

Sementara, peserta Bimtek Serasi yang juga calon penyuluh pertanian dari BPTP Kalteng, Krisyetno mengungkapkan perasaannya tentang pelaksanaan Bimtek.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya