Gawat! DPR Sebut Pelemahan Rupiah Ancam APBN

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

2 Maret 2018 16:35 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Nilai tukar rupiah terus mengalami fluktuasi. Rupiah bergerak melemah sebesar lima poin, menjadi Rp13.746 dibanding posisi sebelumnya Rp13.741 per dolar AS pada transaksi antarbank di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Anggota Komisi XI DPR RI Wilgo Zainar menilai, jika rupiah tidak juga mengalami penguatan maka otomatis dapat mengancam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

"Memang kalau kita bicara APBN kurs-nya dipatok Rp13.500 maka tentu kalau lebih mahal, katakan Rp13.700 pasti APBN kita akan defisit," ujar Wilgo kepada rilis.id saat dihubungi, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini pun belum dapat memastikan hingga kapan kondisi terpuruknya rupiah akan berlangsung. Sebab, situasi ini dipengaruhi oleh pasar global.

"Kalau rupiah memang kita kan tidak matok kurs atau peak rate itu amat sangat bergantung dengan volatile currency, mata uang global regional," terang Wilgo.

"Jadi, kapan stabil pada level mana sampai hari ini kan belum ada yang bisa memastikan itu," tambahnya.

Selain pelemahan mata uang rupiah, kata Wilgo, kemungkinan defisit APBN juga dipengaruhi oleh utang dan impor.

"Kalau, kita ada jatuh tempo bayar utang, kemudian juga kewajiban impor pasti kita akan defisit," katanya.

Sehingga, untuk mengantisipasi kekhawatiran tersebut, Wilgo meminta Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk terus menjaga stabilitas rupiah dengan memantau prilaku pasar keuangan. Salah satunya, BI harus melakukan intervensi pasar secara terukur.

Dia juga mengimbau, jangan sampai kondisi pelemahan rupiah ini dimanfaatkan oleh spekulan-spekulan valas, yang mengakibatkan intervensi tidak bisa berjalan efektif. Kemudian, BI dan Kemenkeu juga diharapkan melakukan pendekatan kepada pemain besar pasar uang untuk membantu meredam dan melepas dolarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya