Dukung Perunggasan Indonesia, Mentan Luncurkan Sejumlah Inovasi Teknologi Balitbangtan
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) telah menghasilkan berbagai teknologi yang diharapkan mampu mendukung terwujudnya sasaran strategis pembangunan pertanian. Termasuk di dalamnya, untuk mendukung kemajuan perunggasan Indonesia.
Beberapa inovasi teknologi Balitbangtan antara lain Vaksin Bivalen AI H5N1, Vaksin Inaktif Kombinasi HPAI – LPAI, Vaksin ND GTT/11, dan Kit Test DIVA AI BB Litvet, yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kamis (5/12/2019).
Mentan dalam arahannya menyampaikan, Balai Penelitian harus lari kencang dengan cara fokus pada fungsi, peranan, tugas dan tanggung jawabnya. Mentan berharap BB Litvet dapat berperan dalam membantu Kementan dan mengendalikan hal terkait semua masalah peternakan yang ada, dengan target kementerian pertanian di tahun mendatang adalah ekspor 3 kali lipat.
Lebih lanjut disampaikan, kualitas yang baik dari ternak juga diperlukan, sehingga harga dapat bersaing. Diplomasi perdagangan di bidang pertanian juga harus dilakukan tetapi harus memastikan bahwa unggas kita juga sehat agar bisa masuk ke negara lain.
“Dengan akselerasi dan pengembangan yang cepat yang rentan dengan berbagai hama, virus, dan bakteri, kita berharap antisipasi terhadap berbagai masalah yang terkait dengan kesehatan hewan bisa dilakukan,” ujar Mentan.
“Saya berharap kita tidak hanya memanfaatkan vaksin dari luar, Balitbangtan harus mampu membuat anti virus yang bisa kita ciptakan sendiri. Harapan ke depan kita bisa mengintervensi dunia dengan hasil penelitian kita. Karena kita memiliki peneliti peneliti yang cukup hebat.” tambahnya.
Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry pada kesempatan yang sama menyampaikan, permasalahan yang banyak dihadapi oleh industri perunggasan termasuk ayam kampung unggulan Balitbangtan adalah adanya infeksi penyakit Newcastle disease (ND) atau tetelo dan Avian influenza (AI) atau flu burung.
Menurutnya, ND memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sedangkan AI bersifat zoonosis yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kedua penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Pencegahan yang telah dilakukan adalah dengan menerapkan praktik biosekuriti yang ketat dan juga pemberian vaksin.
Dengan menggunakan vaksin ini diharapkan pendapatan masyarakat akan lebih baik karena kesehatan ternak akan lebih baik dan jika kesehatan ternak lebih baik maka produktivitas dan performannya akan meningkat. (Ivoni/Uka)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
