Diajak Blusukan, IMF Lirik UMKM sebagai Sumber Pertumbuhan

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

1 Maret 2018 01:21 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Karuniana Dianta A. Sebayang menilai, kedatangan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde baru-baru ini, tidak akan berpengaruh langsung terhadap ekonomi Indonesia. Termasuk, kemungkinan adanya pinjaman utang.

Namun, kedatangan Lagarde bisa menentukan posisi tawar Indonesia melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pasar global.

"Menariknya, dengan mengajak blusukan kemarin, IMF sadar bahwa Indonesia kalau diperkuat UKM-nya, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi enggak hanya fokus di kebijakan moneter atau industri besar. Tetapi, industri kecil menengah," ujar Dianta di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2018).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengajak Delegasi Managing Director IMF, Christine Lagarde untuk blusukan ke Blok A, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (26/2).

Niat mantan Wali Kota Solo itu membawa Lagarde ke Tanah Abang, untuk menunjukkan bahwa Indonesia kaya dengan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)‎.

Diketahui pula, Indonesia bakal menjadi tuan rumah acara pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF/ Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia (World Bank) pada 12-14 Oktober 2018. Pertemuan yang dilaksanakan di Bali ini, diperkirakan bakal dihadiri 15.000 peserta.

Hal ini, kata Dianta, akan memberikan keuntungan bagi Indonesia khususnya Bali sebagai daerah penyelenggara. Meskipun, tidak secara signifikan meningkatkan penerimaan negara, paling tidak, dapat mempromosikan destinasi pariwisata nasional.

"Kalau Bali iya. Bali naik, Jakarta naik. Tapi yang paling penting tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia termasuk Bali itu aman, sekaligus menyumbang banyak (penerimaan dari) pariwisata. Trend ke depan sektor pariwisata adalah sektor yang gampang menghasilkan banyak uang dan mendatangkan banyak orang," jelas Dianta.

"Kita enggak perlu bikin hotel bintang lima cukup cotage, orang bisa datang kesana," tanbahnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya