Bukan Kaleng-kaleng, 3 Smartphone Resmi Indonesia Ini Memiliki Sertifikasi IP68 Tahan Air dan Debu!
Rimadani Eka Mareta
Jakarta
RILISID, Jakarta — Biasanya karena kesalahan kita, baik disengaja maupun tidak, smartphone rusak karena terendam air atau kemasukan benda asing seperti debu.
Namun, beberapa ponsel cerdas ini dirancang tahan air dan debu dengan sertifikasi tahan air dan debu IP68.
Sertifikasi IP68 merupakan standar yang digunakan untuk mengetahui tingkat perlindungan suatu perangkat, dalam pembahasan kali ini khususnya smartphone terhadap debu atau cairan seperti air.
IP sendiri merupakan singkatan dari Ingress Protection, sedangkan angka pada posisi pertama mengacu pada perlindungan perangkat dari benda yang mengandung partikel padat.
Angka kedua mengacu pada perlindungan perangkat terhadap cairan (air). Angka-angka ini memiliki tingkatannya masing-masing, dimana semakin tinggi angka proteksi IP maka semakin baik pula proteksi yang dimiliki perangkat tersebut.
Berarti IP68, angka 6 menandakan perangkat dapat terlindungi dari partikel padat kecil seperti debu, pasir atau kotoran, sedangkan angka 8 berarti perangkat telah diuji ketahanannya.
Rendam dalam air selama 30 menit dengan kecepatan tinggi hingga kedalaman 1,5 meter.
Berikut harihaluan.com rangkum tiga smartphone resmi Indonesia yang memiliki sertifikasi tahan air dan debu IP68:
1. Xiaomi 13T Smartphone Xiaomi ini resmi diluncurkan di Indonesia pada Oktober 2023, dengan spesifikasi 120 6,67 inci 1,5k AMOLED layar beresolusi Hz, chipset MediaTek Dimensity 8200-Ultra diproduksi pada proses 4 nm, RAM 12 GB dan memori dalam 256 GB (LPDDR5, UFS 3.1), kamera belakang lebar 50 MP, lensa telefoto 50 MP, dan lensa ultra lebar 12 MP, sedangkan kamera depannya 20 MP dengan baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat Turbo 67 watt.
Smartphone Xiaomi 13T dijual dengan harga Rp 6.499.000 untuk varian 12/256 GB dan masuk dalam daftar smartphone termurah artikel ini untuk smartphone dengan sertifikasi IP68.
Smartphone
HP
Sertifikasi
Indonesia
Ponsel
Debu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
