Berumur 11 Tahun, DPRD Pesibar Gelar Sidang Paripurna Istimewa HUT Kabupaten
Riki Saputra
Pesisir Barat
"Pada tahun 2023 tersisa empat, dan untuk desa sangat tertinggal sejak tahun 2021 sudah tidak ada," kata Zulqoini Syarif.
Pada acara sidang paripurna istimewa tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan beberapa permasalahan daerah yang masih mengemuka.
Masalah tersebut antara lain, keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, tidak adanya akses jalan aspal menuju Pekon Way Haru, Bandar Dalam, Siring Gading dan Way Tiyas.
Pemerintah daerah juga memiliki beberapa rencana ke depan yaitu, optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal sesuai dengan regulasi, penanganan gizi buruk dan stunting, serta upaya pencapaian Kabupaten layak anak.
"Mempercantik dan menata kota Krui menjadi kota perdagangan yang asri dengan menata bangunan. Khususnya di sepanjang Jalan Simpang Kerbang sampai Simpang Bandara Pekon Seray," pungkas Wakil Bupati.
Terpisah, Wakil Ketua ll DPRD Pesibar Aliyudiem mengatakan, sebagai wakil rakyat pada momen hari jadi Pesibar yang ke-11 tentunya banyak sekali harapan-harapan.
Hal itu agar kabupaten tercinta supaya lebih cepat maju di semua bidang seperti bidang pendidikan, pertanian, kebudayaan, dan bidang infrastruktur.
Menurutnya, sesuai dengan tema pada hari jadi Pesibar ke-11, semua jajaran baik dari Pemda, DPRD, eksekutif, dan masyarakat mari kita bergandengan tangan dalam mewujudkan kabupaten yang lebih sejahtera.
"Artinya lebih sejahtera, semua masyarakat merasakan manfaatnya ketika kita sudah mengelola daerahnya sendiri, tidak ada satupun lagi masyarakat di Pesibar yang belum merasakan kemerdekaan," harapnya.
Selesai sidang paripurna istimewa, kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD yang diserahkan kepada Wakil Bupati serta diikuti oleh para tamu undangan. (*)
Paripurna Istimewa
DPRD
HUT Pesibar ke-11
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
