Balitbangtan Siap Kembangkan Durian Milenial di Indonesia

Elvi R

Elvi R

Jakarta

24 Februari 2019 15:43 WIB
Bisnis | Rilis ID
Perbandingan durian biasa dengan durian milenial. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Perbandingan durian biasa dengan durian milenial. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Mengkonsumsi buah ukuran kecil dan pas cukup dimakan oleh satu orang sangat cocok dengan tuntutan era milenial. Lebih spesial lagi buah durian yang biasanya dikenal berukuran besar dan harus dikonsumsi beberapa orang untuk menghabiskannya. Saat ini telah ditemukan durian mini hasil seleksi Balitbangtan  di daerah Selayo, Kabupaten Solok Sumatera Barat.

Durian ini mempunyai sosok yang unik. Berukuran kecil dengan bobot buah 350 -450 gram segenggaman tangan orang dewasa. Warna daging buah kuning muda/cream, duri seperti piramid dan ujungnya tajam dengan tinggi duri 1-1,4 cm. Warna kulit buah coklat muda. Kulit buah tergolong tipis yaitu 0,7-0,9 sentimen.  Jumlah pongge 1-2, rasa manis legit/pulen dan porsi dapat dimakan sekitar 20 persen. Ukurannya yang kecil membuat durian ini cocok disajikan sebagai buah meja. Satu butir cukup untuk satu orang.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Fajri Djufry dalam kunjungan kerjanya Ke Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika,  bersama Sekretaris Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy dan Kapuslitbanghortikultura Dr. Hardiyanto menamakan durian ini dengan durian Milenial.

Durian ini akan mempunyai pangsa pasar tersendiri bagi pencinta durian tanah air dan manca negara. Untuk mengangkat citra dan nilai komersial durian lokal ini. Kepala  Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah MP menyampaikan bahwa durian Milenial akan diproses untuk dirilis sebagai varietas unggul lokal bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Solok. Perbanyakan benih sudah dimulai dan saat ini sedang dalam tahap persiapan batang bawah.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya