Balitbangtan Kembangkan Bawang Putih Produktivitas Tinggi
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kabupaten Tegal tepatnya di Dusun Karang Anyar, Desa Rembul, Kecamatan Bojong merupakan tempat dimana inovasi teknologi Balitbangtan untuk bawang putih diujicobakan. Terhampar pada luasan 5.000 meter persegi dikaki gunung Selamet dengan ketinggian 1.500 mdpl Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) membuat demplot penanaman bawang putih varietas Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru.
Panen yang dilakukan hari ini Selasa (1/10) terhadap bawang putih varietas Tawangmangu Baru mampu menghasilkan 36 ton per hektare, sementara varietas Lumbu Hijau yang panennya dilakukan 10 hari yang lalu juga dapat menghasilkan bawang putih sebanyak 29 ton per hektare. Sebagai gambaran bahwa produksi rerata bawang putih secara nasional menurut BPS adalah 8,7 ton per hektare dan produktivitas bawang putih di China hanya 26 ton per hektare pada kondisi basah.
Kepala Balitsa, Catur Hermanto menyampaikan bahwa demplot bawang putih yang panennya dilakukan hari ini merupakan upaya Badan Litbang Pertanian dalam menyediakan dan menyiapkan teknologi untuk petani.
"Tantangan utama budidaya bawang putih adalah kualitas dan tingginya biaya produksi," ujarnya.
Unit cost produksi bawang putih di Cina adalah Rp8 ribu per kilogram sementara di Indonesia bisa mencapai di atas Rp15 ribu per kilogramnya. Namun, Catur optimis varietas unggul ini bisa segera tersebar ke seluruh sentra bawang putih dan diadopsi oleh petani sehingga swasembada bawang putih tidak lagi hanya menjadi wacana.
Rofik Sinung Basuki peneliti senior Balitsa yang sudah malang melintang menggeluti bawang putih mengatakan bahwa untuk bisa swasembada bawang putih, Indonesia memerlukan lahan seluas 75 ribu hektar pada ketinggian 1.500 mdpl dengan asumsi produksi -10 ton per hektare.
"Sementara lahan bawang putih yang tersedia selama ini baru 2.000 hektar," katanya.
"Karena itu dengan penerapan teknologi Balitbangtan yang menyebabkan peningkatan produksi sangat signifikan diharapkan tidak saja memberikan keuntungan yang berlimpah bagi petani tapi juga mampu mengefisienkan penggunaan lahan yang kian menyempit," jelasnya menambahkan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
