BPS Catat Inflasi Jakarta 0,21 Persen Selama Oktober

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

1 November 2019 23:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
Ilustrasi Inflasi
Rilis ID
Ilustrasi Inflasi

RILISID, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatatkan penurunan sebesar 0,21 persen selama Oktober 2019 yang menyebabkan sebagian besar harga komoditas di Jakarta bertambah. Laju kenaikan tahunan Oktober 2018 hingga Oktober 2019 mencapai 3,65 persen.

“Laju hasil tahunan 2019 mencapai 2,73 persen,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta, Buyung Airlangga kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, (11/1/2019).

Buyung menjelaskan dari tujuh kelompok, kelompok makanan jadi sebesar 1,01 persen, kelompok kesehatan 0,72 persen, kelompok sandang 0,23 persen, kelompok perumahan 0,14 persen dan kelompok pendidikan 0,10 persen.

Sedangkan dua kelompok lainnya menyumbang deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen dan kelompok transportasi 0,07 persen.

Berdasarkan 462 komoditas yang didata, komoditi penyumbang dari kelompok makanan jadi 0,05 persen, daging ayam ras 0,05 persen dan nasi dengan lauk 0,04 persen.

Buyung diumumkan di DKI Jakarta peringkat pertama jika dibandingkan daerah satelit yang berada di sekitar Kota Tanggerang sebesar 0,18 persen dan Kota Bogor sebesar 0,16 persen. Sedangkan dua daerah lainnya deflasi yaitu Kota Bekasi sebesar 0,08 persen dan Kota Depok sebesar 0,09 persen.

Dari 82 kota yang diterjemahkan sebanyak 42 kota yang menggunakan Inflasi. Inflasi tertinggi adalah Kota Manado sebesar 1,22 persen dan kota Pematang Siantar semakin rendah 0,01 persen.

“DKI Jakarta mengambil alih 14 dari seluruh kota yang bertambah,” kata Buyung.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya