​​Arah Pembangunan Benar, Susno Duadji: Bisnis Pertanian Menguntungkan

Default Avatar

Anonymous

Pagar Alam

5 Februari 2018 20:41 WIB
Bisnis | Rilis ID
Mantan Kabareskrim, Komjen (Purn) Susno Duadjo. FOTO: Humas Kementan
Rilis ID
Mantan Kabareskrim, Komjen (Purn) Susno Duadjo. FOTO: Humas Kementan

RILISID, Pagar Alam — Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, menilai, arah pembangunan pertanian Indonesia sudah tepat. Hal tersebut dengan tanaman yang siap panen di tempat tinggalnya, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

"Di desa saya saja saya panen, tetangga sawah saya sudah mulai bersiap panen, di sebelahnya lagi mulai tanam. Jadi, setiap hari di negeri kita panen. Ini artinya, pembangunan pertanian kita sudah benar," ujarnya di kediamannya, Senin (5/2/2018).

Semenjak pensiun dari Korps Bhayangkara, Susno diketahui menjadi petani. Dia mengelola lahan pertanian keluarga dan menanam sejumlah komoditas, seperti padi, jagung, pala, lada, dan karet.

Menurutnya, bantuan produksi dari pemerintah, seperti pupuk dan benih, juga tersalurkan dengan baik. "Teknologi pertanian sudah bisa mulai diterapkan di banyak desa," imbuhnya sebagaimana siaran pers yang diterima rilis.id baru-baru ini.

Menurutnya, hal tersebut tak semata-mata faktor kemajuan teknologi informasi yang membuat orang mengakses cara bertani dengan baik. Namun, mulai terbukanya akses pasar pertanian.

Karenanya, Susno berkeyakinan, bisnis pertanian sangat menguntungkan. Pertimbangan lainnya, komoditas pertanian untuk kehidupan sehari-hari serta Indonesia memiliki lahan subur dan luas. 

"Jangan hanya fokus di tanah Jawa. Coba lirik Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kelola secara agribisnis pasti untung. Kalau ada sumber daya lebih, kelola secara agroindustri, pasti jadi konglomerat," optimisnya.

Meski begitu, Susno mengeluhkan tata niaga komoditas pertanian. Dia mencontohkan dengan beras petani yang dibeli Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

"Tolonglah disimpan dengan baik, jangan sampai beras yang menjadi hancur, sehingga image beras petani menjadi buruk. Padahal, beras yang dihasilkan adalah beras yang baik," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya