Amerika Shutdown, Bagaimana Pengaruhnya terhadap Rupiah?

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

20 Januari 2018 19:05 WIB
Bisnis | Rilis ID
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Fianance (Indef), Bhima Yudistira Adhinegara. ILUSTRASI: RILI
Rilis ID
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Fianance (Indef), Bhima Yudistira Adhinegara. ILUSTRASI: RILI

RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Fianance (Indef), Bhima Yudistira Adhinegara, menilai, penghentian sementara operasional pemerintahan (goverment shutdown) di Amerika Serikat (AS) takkan berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Justru, dampaknya cuma terjadi di "Negeri Paman Sam" saja.

"Bagi Indonesia, dampak terjadinya shutdown secara temporer sangat minim ke nilai tukar rupiah. Proyeksi rupiah masih berada dalam rentang terkendali di kisaran Rp13.350 sampai Rp13.400. Bahkan, dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang negara lainnya," ujarnya kepada rilis.id Jakarta, Sabtu (20/1/2018).

Adapun kebijakan tersebut bakal berpengaruh terhadap Departemen Perdagangan, NASA, Departemen Ketenagakerjaan, Departemen Perumahan, serta Departemen Energi. Malah, shutdown akan menyebabkan prospek pemulihan ekonomi AS terganggu.

Sedangkan untuk rupiah, akan diuntungkan. "IHSG pun masih tetap positif di angka 6.490-6.500 didorong oleh sentimen investor dalam negeri terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Bhima menerangkan, peristiwa shutdown pernah terjadi tahun 1995-1996 dan tahun 2013. Saat itu, kurs rupiah hampir tak terpengaruh, karena sifatnya temporer atau jangka pendek.

Dalam konteks persiapan menghadapi rencana shutdown yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dua minggu ini, menurut dia, cadangan devisa Indonesia masih cukup untuk stabilisasi kurs. Angka terakhir pada Desember 2017, cadangan devisa berada di posisi US$130 miliar. 

Namun demikian, Bhima menyarankan, "Cadangan devisa harus terus ditingkatkan, nilai maupun kualitasnya dengan mendorong devisa sebagai jaring pengaman terhadap tekanan eksternal."

Sebagai informasi, shutdown atau penghentian sementara operasional pemerintahan di AS terjadi pada Jumat (20/1) tengah malam. Shutdown tersebut diprediksi berlangsung dari minggu ke empat Januari hingga minggu kedua Februari 2018.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya