Ada Ongkos Moratorium Proyek Elevated
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat ekonomi, Karuniana Dianta A. Sebayang, menilai, ada uang yang terbuang akibat moratorium pembangunan melayang (elevated). Namun, menurutnya langkah tersebut lebih baik, asal diiringi evaluasi.
"Iya, itu ada biaya safety. Tapi, keamanan itu juga cost. Oke, enggak apa-apa kita mundur satu langkah untuk lari lebih kencang lagi. Memang akan melambat untuk pembangunan, tapi akan jadi lebih baik kalau tetap safety," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/2/2018).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara sejumlah proyek elevated. Keputusan diambil menyusul banyaknya kecelakaan yang terjadi di belasan pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca: Ini Lima Kriteria Proyek yang Dimoratorium Pemerintah
Menurut Dianta, ada hikmah di balik keputusan itu. Di antaranya, kementerian-kementerian terkait infrastruktur duduk bersama membicarakan persoalan konstruksi.
"Kementerian seharusnya dari awal kumpul-kumpul. Karena, kan, kementerian itu harus kolaborasi dari awal," jelasnya. Apalagi, proyek yang dikerjakan nantinya digunakan untuk umum.
"Nah, BUMN yang kerjakan, PUPR kebijakannya. Itu seharusnya duduk bersama dengan (Kementerian) Perhubungan juga. Ini bukan hanya keresahan BUMN, tapi tanggung jawab PUPR dan Perhubungan juga," tuntas Dianta.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
