Wakil Rektor III UIN Raden Intan Tekankan Calon Duta Kampus Perkuat Karakter Intelektual, Spiritual, dan Integritas
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Menurutnya, duta kampus harus memiliki daya saing global dengan prinsip think globally, act locally. “Mempersiapkan alumni dengan daya saing global berarti harus punya kapasitas tertentu,” ujarnya.
Pada aspek spiritualitas, Bambang menekankan pentingnya membangun inner beauty melalui kebiasaan ibadah dan pola hidup yang baik. Ia berharap pembiasaan selama masa karantina tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi terus dilanjutkan di rumah masing-masing.
“Karantina jangan sampai hanya di sini, tapi dilanjutkan juga di rumah,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pola tidur yang baik dan kedisiplinan hidup, yang menurutnya dapat terlihat dari kebiasaan seseorang dalam menjalankan ibadah. “Aspek spiritual itu dilatih lewat ibadah dan kebiasaan,” pesannya..
Dalam materi integritas, WR III menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan kejujuran, termasuk dalam kehidupan akademik. “Integrity itu kepatuhan kita kepada aturan. Dalam Islam ada muraqabah,” katanya.
Ia menekankan pentingnya academic integrity, yakni kejujuran akademik dan menghindari segala bentuk kecurangan seperti cheating maupun plagiarisme.
Ia mencontohkan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.
Mahasiswa, lanjutnya, agar tidak mengalami krisis integritas dan mulai membangun idealisme sejak dini melalui kebiasaan disiplin dan taat aturan.
Di samping itu, Bambang mendorong mahasiswa agar tidak terburu-buru menyelesaikan studi tanpa menyiapkan kapasitas diri. “Jangan buru-buru tamat kalau belum punya kapasitas diri. Targetkan mimpinya apa, sehingga nanti keluar sesuai harapan,” jelasnya.
Ia pun menambahkan, kemampuan bahasa menjadi tantangan sekaligus bekal penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui beasiswa ke luar negeri.
Duta Kampus
UIN RIL
UIN Raden Intan
Warek UIN RIL
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
