UBL Donasikan Rp100 Juta untuk Korban Bencana Sumatera melalui Bumbung Kemanusiaan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyerahkan donasi sebesar Rp100 juta untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Aceh.
Bantuan tersebut disalurkan melalui program “Bumbung Kemanusiaan” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung.
Penyerahan donasi berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Jumat (12/12/2025).
Bantuan kemanusiaan dari UBL diserahkan oleh perwakilan pimpinan universitas dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, didampingi Kepala BKD Provinsi Lampung, Rendi Reswandi.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UBL, Hery Riyanto, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Bambang Hartono, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud solidaritas seluruh sivitas akademika UBL.
“Para mahasiswa kami bergerak cepat melakukan aksi donasi untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Alhamdulillah, terkumpul Rp100 juta yang telah kami transfer ke rekening Bumbung Kemanusiaan BKD Korpri Provinsi Lampung,” ujar Hery.
Penggalangan dana bertajuk “UBL Peduli Sumatera” dilakukan selama satu minggu oleh berbagai elemen organisasi mahasiswa, mulai dari BEM, HMPS, hingga UKM yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa UBL. Gerakan ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian mahasiswa.
Perwakilan mahasiswa, M. Rafly, menjelaskan bahwa beragam metode digunakan dalam pengumpulan bantuan.
“Kami menggalang dana di kelas, berkolaborasi dengan aliansi mahasiswa, melakukan aksi turun ke jalan, hingga menjual bunga untuk penggalangan dana. Selain itu, kami juga mengumpulkan pakaian layak pakai sebagai bentuk kepedulian tambahan,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengapresiasi kontribusi UBL.
Bencana Sumatra
bantuan UBL
Universitas Bandar Lampung
bantuan kemanusiaan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
