Sering Berantem Sama Pacar? Cek Kamu Tipe Fixed atau Growth Mindset
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — "CINTA ini kadang-kadang tak ada logika."
Begitulah penggalan lagu Tak Ada Logika dari Agnes Monica yang dirilis pada 2005.
Lagu lama, tapi maknanya masih relevan sampai sekarang.
Kalimat itu seolah menegaskan bahwa atas nama cinta, seseorang bisa rela melakukan apa saja demi orang yang disayang. Termasuk antar jemput puluhan kilometer hanya untuk bertemu dengan pujaan hati.
Tindakan itu bukan soal untung rugi seperti dalam pelajaran ekonomi, melainkan soal perasaan. “Yang penting ketemu dia, sudah bahagia,” jadi alasan utamanya.
Yang bikin nyesek, setelah puluhan kilometer antar jemput, justru muncul pertanyaan, “Kamu sayang aku enggak?”
Dari sinilah pertengkaran dalam hubungan, khususnya di kalangan Gen Z, sering bermula.
Dalam banyak kasus, pertanyaan semacam itu muncul karena kebutuhan akan validasi perasaan.
Bukan soal logika atau tidak, melainkan soal ingin diyakinkan. Perbedaan cara berpikir dan merespons inilah yang kerap memicu konflik dalam hubungan.
Konflik sebenarnya wajar dalam percintaan. Yang membedakan satu hubungan dengan hubungan lainnya adalah bagaimana kita merespons konflik tersebut.
Gen-Z
Percintaan
Pertengkaran
Growth Mindset
Fixed Mindset
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
