Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia Uji Ketahanan Beton Masjid Al-Hijrah

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Lampung Selatan

21 Mei 2026 14:52 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menguji ketahanan beton Masjid Al-Hijrah Kotabaru, Lampung Selatan, pada Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan kuliah lapangan itu dihadiri oleh Ketua Prodi S1 Teknik Sipil UTI Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T, M.T., IPM ASEAN Eng. dan para dosen lainnya. Di antaranya Ir. Kastamto, S.T., M.T.; Sefrinta Sasma Murdiagatma, S.T., M.T.; dan Rahma Sopilawati, S. Ars., M.T.

Fokus utama para mahasiswa adalah melakukan evaluasi teknis terhadap kualitas struktural bangunan masjid yang sedang dalam tahap pengembangan, dengan menggunakan salah satu metode pengujian non-destruktif (Non-Destructive Test/NDT) yang paling populer di dunia konstruksi: Hammer Test (Uji Palu Beton).

Misi mereka jelas, yaitu menentukan nilai mutu beton yang telah terpasang (existing) guna memastikan bahwa rumah ibadah ini memiliki tingkat keamanan yang prima untuk jangka panjang. 

Dalam manajemen siklus hidup bangunan, beton merupakan material yang memikul beban utama. Namun, performa beton di lapangan tidak selalu sama persis dengan perencanaan di laboratorium. Faktor-faktor seperti kualitas pencampuran (mixing), proses penuangan, metode pemadatan, hingga evaluasi cuaca saat pengerasan (curing) sangat memengaruhi kuat tekan akhir beton.

Untuk mengetahui apakah beton yang sudah mengeras dan terpasang memenuhi spesifikasi structural, insinyur memiliki dua pilihan metode pengujian: destructive (merusak) seperti core drill (pengeboran inti), atau non-destructive (tanpa merusak).

Pengujian merusak (destructive) dengan mengambil sampel silinder langsung dari elemen struktur tentu berisiko melemahkan kapasitas komponen bangunan tersebut, apalagi pada bangunan religius yang aktif seperti Masjid Al-Hijrah. Oleh karena itu, metode Non-Destructive Test (NDT) menggunakan alat Concrete Rebound Hammer menjadi opsi paling rasional, cepat, dan efisien.

Dipandu oleh dosen pembimbing dan asisten laboratorium, mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat membagi diri ke dalam beberapa tim fungsional. Mereka menyasar elemen-elemen struktural vital pada bangunan Masjid Al-Hijrah, seperti kolom utama, balok penopang, dan sebagian pelat lantai.

Secara ilmiah, Hammer Test bekerja berdasarkan prinsip lenturan atau pantulan mekanis. Alat ini menembakkan sebuah massa yang digerakkan oleh energi pegas standar ke permukaan beton yang rata. Ketika massa tersebut memantul kembali, alat akan mencatat jarak pantulan tersebut dalam skala numerik yang dikenal sebagai Rebound Number (Nilai R).

Berdasarkan kegiatan di lapangan, para mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan pengujian Hammer Test melalui tiga tahapan sistematis yang dilakukan secara berurutan dan presisi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Teknik Sipil

Universitas Teknokrat Indonesia

Beton

Masjid Al-Hijrah

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya