Lokakarya dengan Stakeholders, Rektor UIN RIL Prof Wan Jamaluddin Apresiasi Kemenag Sebagai Ruang Dialog dan Kolaborasi
Fi fita
Tanggerang
Menurut Kamaruddin, kehidupan keagamaan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari digitalisasi, perubahan orientasi spiritual generasi muda, polarisasi identitas, maraknya hoaks keagamaan, isu minoritas, konflik rumah ibadah, hingga tantangan global seperti krisis iklim.
“Kondisi ini menuntut kebijakan keagamaan yang responsif, inklusif, dan berbasis data,” ujarnya.
Outlook Kehidupan Beragama 2026 diharapkan mampu memetakan tren, isu, dan risiko, sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan program dan layanan Kementerian Agama pada tahun mendatang.
Lokakarya ini juga menjadi forum validasi tren dan pendalaman isu dengan melibatkan tokoh agama, akademisi, peneliti, serta perwakilan kementerian dan lembaga.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Wan Jamaluddin mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang membuka ruang dialog dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam merumuskan arah umat masa depan.
Menurutnya, isu-isu yang disampaikan Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kemenag sangat relevan dengan peran Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, khususnya dalam menyiapkan generasi yang moderat, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
“Perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan umat masa depan yang moderat, toleran, dan inklusif, sebagaimana arahan Menteri Agama. Kampus harus menjadi ruang dialog, penguatan nalar keagamaan yang sejuk, sekaligus pusat pengembangan nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya. (*)
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
