Banggakan Kampus, Lima Dosen UIN RIL Lolos Open Panel AICIS+ 2025, Siapa Saja?

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

3 September 2025 12:25 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Lolos Open Panel AICIS+ 2025, Lima Paper Dosen UIN Raden Intan Lampung Siap Dipresentasikan di Konferensi Internasional, foto gedung rektorat UIN RIL
Rilis ID
Lolos Open Panel AICIS+ 2025, Lima Paper Dosen UIN Raden Intan Lampung Siap Dipresentasikan di Konferensi Internasional, foto gedung rektorat UIN RIL

Tahun ini, AICIS resmi bertransformasi menjadi AICIS+. Perubahan ini diluncurkan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada 9 Juli 2025 di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta.

Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi reposisi intelektual yang mencerminkan arah baru akademik Islam menghadapi tantangan global abad ke-21.

“AICIS+ adalah bentuk evolusi pemikiran Islam kita. Dengan menambahkan simbol ‘plus’, kita menegaskan bahwa konferensi ini kini mencakup ruang dialog yang lebih luas antara Islam, sains, dan masyarakat,” ujar Menteri Agama Nasaruddin.

Selama 23 edisi sebelumnya, AICIS dikenal sebagai forum tahunan bertema Islamic Studies yang memusatkan kajian pada teks, pemikiran klasik, dan isu-isu internal dunia Islam.

Pada edisi ke-24, AICIS+ hadir dengan tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan”.

Tema ini mengajak para akademisi lintas disiplin untuk berdialog tentang masa depan umat manusia dan planet bumi.

Transformasi AICIS menjadi AICIS+ membawa beberapa perubahan penting: huruf “S” kini berarti Science, penambahan satu “S” lagi untuk Society, penguatan pendekatan interdisipliner, dan penekanan pada relevansi terhadap tantangan global seperti krisis ekologi, krisis kemanusiaan, dan krisis moral.

Tema-tema riset yang diusung kelima dosen tersebut beragam dan aktual, mulai dari kecerdasan buatan dalam resolusi konflik, harmoni identitas etnis-agama, manajemen lingkungan berbasis teknologi pintar, ekoteologi Islam untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, hingga historiografi Islam dalam geopolitik kontemporer.

Keikutsertaan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi riset lintas universitas dan negara, sekaligus menegaskan posisi UIN RIL sebagai kampus yang konsisten mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan. (*)

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

rektor uin

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya