Banggakan Kampus, Lima Dosen UIN RIL Lolos Open Panel AICIS+ 2025, Siapa Saja?
Fi fita
Bandar lampung
Adapun Lima dosen UIN RIL yang lolos adalah:
1. Dr. Kiki Muhamad Hakiki, M.A. (Ketua Prodi S1 Ilmu Al Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama) dengan judul Harmony in Dual Loyalty: Negotiating Ethnic Identity and Islamic Faith in the Religious Life of the Muslim Baduy Tribe
2. Dr. H. Wahyu Iryana, M.Ag. (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) dengan judul Reframing Islamic Historiography in Contemporary Geopolitics: Political Legitimacy and Resistance in Futūḥ al-Buldan and the Iran–Israel–U.S. Conflict
3. Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I (Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Adab) Human Touch versus Artificial Intelligence in Peacebuilding and Conflict Resolution: An Islamic Reflection Beyond Algorithms
4. Vandan Wiliyanti, M.Si. (Sekretaris Prodi S1 Kimia Fakultas Sains dan Teknologi) dengan judul Design of an IoT- and AI-Enabled Smart Filtration System for Sustainable Mosque Ablution Water Management
5. Suci Wulan Pawhestri, M.Si (Ketua Tim Pengembangan Kampus Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (TPKBBL)) dengan judul Integrating Islamic Ecotheological Principles into Greenhouse Gas Emission Reduction Efforts at UIN RIL.
Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D menyampaikan apresiasinya.
“Keikutsertaan lima dosen UIN RIL dalam AICIS+ 2025 menunjukkan kualitas riset yang dihasilkan kampus ini mampu bersaing di forum internasional. Ini bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga bukti nyata kontribusi UIN RIL dalam mengembangkan keilmuan Islam yang relevan dengan tantangan global,” ujar Rektor.
Salah satu peserta, Wahyu Iryana, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
“Terpilihnya kami dalam forum AICIS+ ini merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab akademik untuk berkontribusi dalam diskursus global terkait Islam, sains, dan masyarakat. Semoga kesempatan ini bisa memperluas jejaring ilmiah sekaligus membawa nama baik institusi dan daerah," ujarnya.
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
rektor uin
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
