Kurangi Resiko Bencana di Lampung, BPBD: Komunikasi Optimal Jadi Kunci
Agus Pamintaher
Bandar Lampung
Ia menyampaikan, sekitar 50 perusahaan sudah tergabung dalam Forum CSR Lampung dan kolaborasi menjadi aspek penting agar program benar-benar berdampak.
"Tidak hanya saat tanggap darurat seperti banjir, tetapi juga dalam mitigasi dan pencegahan bencana,” ujar Bernad.
Reza dari Perkumpulan Damar mengapresiasi forum ini sebagai ruang belajar dan kolaborasi yang penting bagi organisasi masyarakat.
Bagi Damar, isu lingkungan dan kebencanaan merupakan hal baru, dan kegiatan tersebut memberi banyak masukan berharga untuk memperkuat kapasitas kelompok dampingan terutama perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
Reni dari Solidaritas Perempuan Sebay Lampung menilai, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran bersama terhadap risiko bencana dan membuat masyarakat semakin sadar akan kondisi saat ini.
Ia menambahkan, upaya PRB harus memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, terutama penyediaan fasilitas sanitasi dan ruang aman bagi perempuan saat terjadi bencana.
"Kami berharap ada lebih banyak paparan praktik terbaik dari NGO di lapangan,” kata Reni.
Sementara itu Rizani menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membangun jembatan komunikasi antara sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil agar potensi kolaborasi dapat dimaksimalkan.
Menurut Rizani, masih ada kesenjangan komunikasi antara CSO dan sektor swasta, padahal banyak inisiatif masyarakat yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan kemanusiaan.
"Workshop ini jadi ruang dialog strategis untuk memperkuat jejaring dan menjembatani kerja sama nyata,” ujar Rizani.
Resiko Bencana
Workshop Private Public Partnerships
lintas sektor
BPBD Lampung
komunikasi optimal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
