Kurangi Resiko Bencana di Lampung, BPBD: Komunikasi Optimal Jadi Kunci
Agus Pamintaher
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Mengurangi resiko bencana di Provinsi Lampung, kolaborasi multipihak sukses menggelar Workshop Private Public Partnerships for Civil Society Organization (CSO), Selasa (28/10/2025).
Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor dengan organisasi masyarakat sipil dan sektor swasta dalam mendukung program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis komunitas di Bumi Ruwa Jurai.
Workshop menghadirkan tiga narasumber yakni Bernad H. Simanjuntak dari Forum CSR Lampung, Wahyu Hidayat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, dan Rizani Direktur Eksekutif Mitra Bentala.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung Abraham mengatakan, pentingnya komunikasi dan sinergi antar pihak dalam menghadapi dinamika kebencanaan yang terus berkembang.
Pihak BPBD juga sudah melaksanakan penyusunan risiko bencana di tahun 2024, dan dilanjutkan dengan rencana penanggulangan bencana pada tahun 2025.
Selain itu, bersinergi dengan Bappeda melalui program Desa Maju yang disinergikan dengan DESTANA dan program NGO saat ini sedang berjalan.
"Masalah bencana sangat dinamis, karena itu komunikasi yang optimal menjadi kunci,” kata Kabid Kesiapsiagaan BPBD
Abraham menambahkan, saat ini terdapat hampir 400 Desa Maju di Provinsi Lampung, dengan fokus utama pada wilayah pesisir barat hingga pesisir selatan.
"Pentingnya keberlanjutan dalam setiap program penanggulangan bencana," imbuh Abraham..
Bernad H Simanjuntak selaku perwakilan Forum CSR Lampung menjelaskan, peran dunia usaha sangat vital dalam mendukung upaya mitigasi dan tanggap bencana.
Resiko Bencana
Workshop Private Public Partnerships
lintas sektor
BPBD Lampung
komunikasi optimal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
