Khilafatul Muslimin Siap Gelar Diskusi dan Bedah Buku TUHAN KITA SAMA Karya Ken Setiawan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Khilafatul Muslimin berencana menggelar acara diskusi dan bedah buku Tuhan Kita Sama karya Ken Setiawan, dengan mengangkat tema "Konsepsi dan Persepsi Tuhan dalam Lintas Agama di Indonesia."
Acara ini akan dilaksanakan pada Ahad, 10 Agustus 2025, bertempat di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah, Pekayon, Bekasi.
Diskusi ini akan menghadirkan tokoh lintas agama dan kepercayaan, dengan tujuan memperluas wawasan mengenai konsep ketuhanan yang universal.
Buku ini menekankan bahwa konsepsi Tuhan adalah cinta kasih yang sama, namun persepsinya bisa berbeda tergantung latar belakang agama, filosofi, dan budaya seseorang.
Menurut Juru Bicara Khilafatul Muslimin, Abu Salma, buku Tuhan Kita Sama sangat menarik karena membahas pemahaman mendalam tentang sifat, eksistensi, serta peran Tuhan dalam kehidupan manusia.
"Melalui acara ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa Khilafah yang kami suarakan bukanlah upaya membentuk negara baru. Kami mengajak masyarakat bersatu dalam konsep Khilafah 'ala minhajin nubuwwah, yaitu meneladani cara kepemimpinan dan pemerintahan Nabi Muhammad SAW," ujar Abu Salma.
Ia menegaskan, Khilafatul Muslimin tidak berniat mengganti NKRI dengan negara Islam. "Selama ini banyak yang salah paham terhadap kami. Kami justru ingin merawat persatuan bangsa."
Abu Salma mengaku bahwa dirinya dan sebagian jamaah dulu pernah berseberangan pemikiran dengan Ken Setiawan, terutama soal Pancasila dan NKRI. Namun setelah melalui proses dialog panjang, ditemukan titik temu.
"Kami menyadari bahwa Pancasila adalah kesepakatan luhur para pendiri bangsa. Tidak boleh ditolak," tegasnya.
Sebagai informasi, baik Abu Salma maupun Ken Setiawan sama-sama berasal dari Lampung. Kantor pusat Khilafatul Muslimin juga berada di Bandar Lampung.
Tuhan Kita Sama
Buku Ken Setiawan
Ken Setiawan
FKPT Lampung
Khilafatul Muslimin
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
