KARAMA XV Jadi Momentum Penguatan Iman Mahasantri UIN RIL
Fi fita
Bandar lampung
“Istiqomah itu bukan hanya fisik, tetapi bagaimana iman dan kesabaran terus dijaga. Jadikan sholat dan sabar sebagai penopang hidup,” pesannya di hadapan para mahasantri.
Wakil Rektor II juga mengingatkan pentingnya meneladani sikap Rasulullah SAW. Ia mendorong mahasantri untuk bersikap lemah lembut, penuh kasih sayang, serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika ingin menjadi pribadi yang berhasil dan bermanfaat, maka contohilah akhlak Nabi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasantri menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban.
Dari masjid, menurutnya, lahir generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Safari juga menyinggung program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia menegaskan bahwa penerima beasiswa KIP diwajibkan mengikuti kegiatan Ma’had Al-Jami’ah selama satu tahun pertama sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan spiritual.
Program ini, katanya, merupakan bentuk perhatian negara yang harus disyukuri dengan kesungguhan dalam belajar dan berproses.
“Saya optimis potensi kalian sangat luas,” ungkapnya menyemangati para mahasantri.
Ia menaruh harapan besar agar ke depan mereka tumbuh menjadi sosok-sosok sukses di berbagai profesi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia pun berpesan agar tidak takut menghadapi kesulitan hidup, termasuk ketakutan akan kemiskinan, selama tetap berusaha dan bersandar kepada Allah SWT.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
