Hadiri Rembuk Nasional Aptisi, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Berikan Pemikiran Guna Tingkatkan Mutu Pendidikan
Rimadani Eka Mareta
Batam
RILISID, Batam — Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menjadi narasumber dalam Rembuk Nasional dan Rapat Pengurus Pusat-Pleno IV Aptisi di Hotel Nagoya Hill Batam, Jumat, 14/2/2025.
Tema besar yang diusung adalah “Bersama Mewujudkan Rumusan serta Pemikiran yang Terbaik untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia”.
Dalam paparannya, Rektor mengemukakan pentingnya dana abadi pendidikan untuk kampus swasta. Sejauh ini hanya perguruan tinggi dengan akresitasi ”unggul” yang mempunyai dana abadi.
Menurut Nasrullah, dana abadi ini yang memungkinkan sumber daya manusia bisa bertahan dan nyaman bekerja di perguruan tinggi swasta. Dengan dana abadi inilah alokasi kebutuhan sumber daya manusia bisa dicukupi.
Keberadaan dana abadi bisa menjadi solusi peningkatan mutu sumber daya manusia di perguruan tinggi swasta.
Nasrullah juga menyoroti jika adanya pemekaran dalam konteks provinsi, akan tumbuh lebih banyak kampus di daerah. Jika selama ini perguruan tinggi swasta bersaing sehat dengan kampus negeri level provinsi, ke depan boleh jadi banyak kampus negeri di tiap kabupaten.
Maka itu, dibutuhkan kesiapan yang matang jika terjadi penambahan kampus negeri. Perguruan tinggi swasta mesti mengantisipasi ini sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang.
Nasrullah juga menguraikan tentang kemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan metaverse untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia mengatakan, dengan teknologi ini, ujian skripsi mahasiswa bisa dilakukan dengan metaverse.
Pengembangan ilmu pengetahuan juga bisa disokong oleh pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Rektor menegaskan, AI sejauh beragam penelitian, tidak akan menggantikan peran manusia. Tetapi, manusia yang tidak berdaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan boleh jadi akan tergantikan perannya dalam kehidupan.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia
Universitas Teknokrat Indonesia
pendidikan
Nasrullah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
