Farmasi Itera Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Konseling di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Tim pengabdian masyarakat Program Studi Farmasi Itera menggelar pengecekan kesehatan dan konseling di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, Jumat 21 Februari 2025,
Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman serta deteksi dini terhadap penyakit yang umum terjadi di kalangan guru dan siswa, seperti diabetes melitus dan anemia.
Kegiatan itu menyasar dua kelompok utama, yaitu para guru dan siswa. Sebanyak 50 guru mendapatkan layanan pengecekan kesehatan yang difokuskan pada pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat.
Serta konseling terkait pencegahan dan penanganan dini penyakit diabetes melitus dan hiperurisemia.
Ada 24 siswa menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi potensi anemia serta mendapatkan edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat guna mencegah kondisi tersebut.
Para guru yang terdeteksi memiliki kadar gula darah, tekanan darah dan asam urat yang tinggi diberikan arahan mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Sementara itu, siswa yang mengalami kadar Hb rendah mendapatkan saran mengenai asupan makanan kaya zat besi dan pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Selain pemeriksaan kesehatan, sesi konseling yang diberikan juga menjadi momen interaktif bagi peserta untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada apoteker, terutama yang berkaitan dengan obat-obatan.
Guru-guru mendapatkan pemahaman mengenai faktor risiko diabetes melitus, hiperurisemia dan hipertensi serta bagaimana cara mengontrol kadar gula darah, asam urat dan tekanan darah secara mandiri.
Di sisi lain, para siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya zat besi bagi tubuh serta cara meningkatkan kadar Hb guna mencegah anemia yang kerap dialami oleh remaja.
pemeriksaan kesehatan
Itera
SMA Muhammadiyah
farmasi itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
