Dosen FH Unila Fathoni Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum
Gueade
Bandar Lampung
Dengan demikian, ia melanjutkan bahwa konvergensi antara nilai-nilai Pancasila dan paradigma pembangunan berkelanjutan seharusnya menjadi landasan fundamental yang mutlak diperlukan untuk penyempurnaan sistem PPLH.
Dalam disertasinya Fathoni mencoba menawarkan konsep baru PPLH yakni sistem yang holistik, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan.
“Konsep baru ini dibangun di atas paradigma sintesis antroposentrisme bertanggung Jawab yang dijiwai biosentrisme kontekstual yang dioperasionalkan melalui prinsip, kelembagaan, serta instrumen hukum yang terintegrasi,” jelasnya di depan para peserta ujian promosi doktoral.
Konstruksi ini merupakan sebuah tawaran ius constituendum (hukum yang dicita-citakan) untuk Indonesia dalam konteks perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkarakter kebangsaan dan selaras dengan paradigma pembangunan berkelanjutan.
Hasil temuannya merekomendasikan revisi komprehensif terhadap UU No. 32/2009 dan perubahannya dalam UU Cipta Kerja untuk secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat kembali mekanisme partisipasi publik yang bermakna dan mempertimbangkan pengakuan terhadap hak-hak alam (rights of nature) dalam kerangka hukum nasional.
Hadir sebagai penguji Prof Dr Iza Rumesten RS SH MHum, Dr Ridwan SH MHum, Dr Mada Apriandi Zuhir SH MCL dari Universitas Sriwijaya dan penguji eksternal Prof Dr Nanik Trihastuti SH MHum dari Universitas Diponegoro.
Tampak hadir dalam ujian promosi doktoral ini Wakil Rektor 1 Universitas Lampung, Prof Dr Eng Suripto Dwi Yuwono SSi MT dan juga kolega Fathoni dari berbagai fakultas di Unila. (*)
Fatoni
Unila
Doktor
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
