Diskusi Akademisi Lampung: Produksi Migas Meningkat, Indonesia Siap Stop Impor BBM?
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Sejumlah akademisi Lampung menilai Indonesia semakin siap mengurangi bahkan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM), seiring meningkatnya kapasitas produksi kilang dalam negeri.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertema “Langkah Nyata Swasembada Energi Nasional: Stop Impor BBM” yang digelar di Zozo Garden, Bandar Lampung, Jumat (23/1/2026).
Diskusi ini menyoroti besarnya beban impor BBM terhadap anggaran negara, sekaligus membahas potensi dan kesiapan energi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.
Pakar Energi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Rishal Asri, menyebut rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi tonggak penting ketahanan energi nasional. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas kilang, tetapi juga kualitas BBM yang dihasilkan hingga standar Euro 5.
“BBM hasil RDMP Balikpapan saat ini sudah memenuhi standar tinggi, baik dari sisi kualitas, pembakaran, maupun emisi. Secara teknis, produksinya sudah sangat layak diserap secara luas di dalam negeri,” ujar Rishal.
Ia menilai, dengan kapasitas dan kualitas tersebut, Indonesia tidak lagi memiliki alasan kuat untuk bergantung pada BBM impor, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar ritel energi.
“Dengan RDMP ini, tingkat kemandirian energi kita berpotensi naik signifikan. Kebutuhan BBM nasional semakin bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri, bukan impor,” katanya.
Rishal menambahkan, persoalan BBM selama ini bukan semata soal produksi, melainkan distribusi dan pemanfaatannya. Karena itu, ia mendorong agar seluruh pelaku usaha, termasuk SPBU swasta, menyerap BBM produksi nasional sebagai bagian dari konsolidasi ketahanan energi.
Dari sisi ekonomi, Pakar Ekonomi Universitas Lampung, Tiara Nirmala, menilai penyerapan BBM dalam negeri oleh SPBU swasta merupakan langkah logis untuk memperkuat struktur fiskal negara.
“Kalau kita sudah mampu memproduksi BBM sendiri, maka secara ekonomi masuk akal kebutuhan dalam negeri diserap dari produksi nasional. Ini akan mengurangi belanja impor dan memperbaiki kondisi APBN,” ujarnya.
Diskusi publik
stop impor BBM
akademisi Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
